Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 6 Mei 2026, Kidung Agung 7:1-5 Keindahan Cinta Tuhan

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 7:1-5
TEMA : KEINDAHAN CINTA TUHAN
Kita indah karena Dia yang cipta, kita cukup karena kita adalah karya-Nya. Cantik sebagai ciptaan-Nya.
Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya (Kid. 7:5)
Tahun lalu, barva kauli kayu berjudul Garam atau Madu. Jika orang membayangkan liriknya begitu saja, tentu akan terasa aneh menyamakan kekasih dengan madu dan saingannya dengan garam.
Namun, itulah bagian dari ekspresi cinta. Kita biasanya mengenal hal itu sebagai metafor. Yaitu kata-kata yang digunakan sebagai gambaran akan suatu makna yang lebih besar, daripada makna sesungguhnya.
Hal itu juga bisa kita lihat dalam bacaan kita hari ini. Hampir setengah dari isi kitab Kidung Agung adalah metafora dan bukan gambaran sesungguhnya.
Bayangkan saja seperti apa bantanehnya, seorang perempuan yang di rambutnya tertawan seorang raja. Tapi itulah metafora, dia ada untuk menggambarkan suatu makna yang lebih dalam.
Metafora ini adalah gambar tentang keindahan cinta Tuhan kepada kita, umat-Nya.
