Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 23 Mei 2026, Wahyu 19:6-10 Iman Yang Hidup Di Bawah Pemerintahan Sang Raja

Pembacaan Alkitab : Wahyu 19: 6-10
TEMA : IMAN YANG HIDUP DI BAWAH PEMERINTAHAN SANG RAJA
"Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi Raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia!" (ay. 6b-7a)
Di Semarang, ada seorang wanita bernama Haritsah yang tetap menyediakan ratusan mangkuk makanan (soto) gratis setiap Selasa bagi siapa pun yang datang.
Ia melakukan hal tersebut, dengan kenyataan bahwa usahanya tidak selalu ramai dan kondisi ekonomi yang juga tidak berlebihan atau berlimpah.
Tindakan sederhana itu menjadi nyata karena iman yang hidup: percaya bahwa Allah Mahakuasa memerintah dan memberi kekuatan untuk tetap berbagi, meski hidup penuh ketidakpastian.
Dalam wawancara yang dilakukan Kompas, Haritsah pun menyatakan bahwa tindakan berbagi tidak akan mengurangi berkatnya.
Wahyu 19:6b-7a menggambarkan realitas surgawi yang serupa: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita Yang Mahakuasa, telah menjadi Raja.
Marilah bersukacita dan bersorak-sorai memuliakan Dia!" Surga bersorak karena Raja yang Mahakuasa telah menegakkan kebenaran-Nya.
