Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 9 Juni 2026, Titus 2:11-15 Meninggalkan Kefasikan

Pembacaan Alkitab: Titus 2:11-15
Tema: MENINGGALKAN KEFASIKAN
“…dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan saleh di dalam dunia sekarang ini.” (ayat 12)
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang penuh dengan dinamika dan ketegangan. Konflik antarbangsa, pertikaian antar kelompok, bahkan konflik dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari realitas dunia saat ini.
Manusia sering kali melihat sesamanya sebagai ancaman, bukan sebagai sesama ciptaan Tuhan. Keinginan untuk berkuasa, mengendalikan, dan mendominasi menjadi begitu kuat.
Dalam situasi seperti ini, kita perlu bertanya: dunia seperti apa yang sedang kita hidupi? Dunia yang kita tempati saat ini bukanlah dunia yang sempurna. Dunia ini dipenuhi dengan dosa, dengan kejahatan, dengan keinginan-keinginan yang sering kali menjauhkan manusia dari Tuhan.
Namun sesungguhnya, keadaan seperti ini bukan hal yang baru. Sejak dahulu, manusia sudah bergumul dengan kefasikan dan keinginan duniawi. Itulah sebabnya firman Tuhan dalam Titus 2:11-15 menjadi sangat relevan bagi kita hari ini.
Rasul Paulus menegaskan bahwa kasih karunia Allah telah nyata untuk menyelamatkan semua manusia. Ini adalah kabar sukacita: bahwa Allah tidak tinggal diam melihat manusia yang jatuh dalam dosa. Ia bertindak. Ia menyelamatkan.
Namun, keselamatan itu tidak berhenti pada pengampunan dosa saja. Ayat 12 mengatakan bahwa kasih karunia itu juga mendidik kita. Ini penting untuk kita pahami.
Kasih karunia Tuhan bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga membentuk. Bukan hanya mengampuni, tetapi juga mengubahkan.
Tuhan tidak hanya ingin kita bebas dari hukuman dosa, tetapi juga bebas dari kuasa dosa. Karena itu, kita diajar untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi.
