Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 12 Juni 2026,  Yakobus 4:11-12  Kontorl Lidah Junjung Kasih Allah

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

PEMBACAAN ALKITAB: Yakobus 4:11-12
TEMA: KONTROL LIDAH, JUNJUNG KASIH ALLAH

“Pakailah lidah untuk memberkati dan bukan untuk memfitnah dan menghakimi.”

“Saudara-saudara, janganlah saling memfitnah! Siapa yang memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya.” (Yakobus 4:11b)

Advertisement

Sobat muda yang dikasihi Tuhan, kita hidup di zaman di mana kata-kata sangat mudah diucapkan dan disebarkan. Bukan hanya lewat percakapan langsung, tetapi juga melalui media sosial, chat, komentar, dan berbagai platform lainnya. Hanya dengan beberapa detik, sebuah kata bisa menyebar luas—membangun atau justru menghancurkan.

Sering kali kita menganggap kata-kata itu hal yang sepele. “Ah, cuma bercanda,” atau “saya hanya jujur,” atau “itu memang kenyataannya.” Tetapi tanpa kita sadari, lidah kita bisa menjadi sumber konflik, luka, bahkan perpecahan.

Yakobus dalam suratnya memberikan peringatan yang sangat tegas: jangan saling memfitnah dan menghakimi. Mengapa ini penting? Karena kata-kata yang keluar dari mulut kita mencerminkan hati kita, dan memiliki dampak besar dalam kehidupan orang lain.

Advertisement

Sobat muda, konflik dalam komunitas bukanlah hal baru. Bahkan sejak zaman jemaat mula-mula, konflik sudah terjadi. Perbedaan pendapat, kepentingan, nilai, latar belakang, dan cara pandang sering kali menjadi pemicu. Namun yang membuat konflik semakin parah bukan hanya perbedaan itu sendiri, melainkan cara kita meresponsnya—terutama melalui kata-kata.

Ketika lidah tidak dikendalikan, muncullah:

  • Gosip
  • Fitnah
  • Kata-kata kasar
  • Sindiran yang menyakitkan
  • Penghakiman yang menjatuhkan

Hal-hal ini perlahan merusak hubungan, menghancurkan kepercayaan, dan mematikan sukacita dalam persekutuan.

Yakobus mengingatkan bahwa ketika kita memfitnah dan menghakimi sesama, sebenarnya kita sedang mengambil posisi Tuhan. Padahal, hanya Tuhanlah Hakim yang benar dan adil.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer