Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MAKI Laporkan Pejabat BGN yang Punya Puluhan Dapur MBG

P
AMANAH BARU: Prabowo Subianto memberikan selamat kepada Nanik S. Deyang yang dilantik menjadi kepala BGN di Jakarta kemarin (8/6). (Foto: SETPRES)
AMANAH BARU: Prabowo Subianto memberikan selamat kepada Nanik S. Deyang yang dilantik menjadi kepala BGN di Jakarta kemarin (8/6). (Foto: SETPRES)

Advertisement

 

JAKARTA – Pengusutan kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh berhenti hanya pada tataran pimpinan. Sebab, sejumlah pegawai dan pejabat di lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diduga ikut terlibat. Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembangkan penyidikan dan menetapkan tersangka baru. 

Menurut dia, ada seorang pejabat eselon I yang diduga menguasai sekitar 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Ironisnya, pejabat tersebut justru memiliki fungsi pengawasan di internal BGN. Alih-alih mencegah dan memberantas praktik koruptif, dia diduga membiarkan berbagai penyimpangan terjadi karena konflik kepentingan. "Yang bersangkutan tidak menjalankan tugasnya karena memiliki konflik kepentingan. Dia punya sekitar 20 dapur umum," kata Boyamin di Jakarta, Senin (8/6). Menurut dia, terdapat indikasi afiliasi antara sejumlah pimpinan BGN dengan titik-titik SPPG, termasuk dugaan kongkalikong dalam proses pengadaan barang dan jasa. "Menurut saya, pejabat ini semestinya juga ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga pejabat yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Advertisement

Sebagai langkah lanjutan, MAKI tengah merampungkan laporan yang akan diserahkan kepada Kejagung. Boyamin mengklaim laporan tersebut disertai data dan informasi yang cukup rinci. "Berkas yang kami siapkan memuat identitas pejabat eselon I tersebut, rincian kewenangannya, hingga lokasi sekitar 20 dapur umum yang diduga dikuasainya," tegasnya.

Pelantikan Tiga Pimpinan

Advertisement

BGN akhirnya resmi memiliki pimpinan baru. Presiden Prabowo Subianto kemarin (7/6) melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN serta Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Usai pelantikan, Nanik yang didampingi dua wakilnya menegaskan komitmennya meningkatkan kebermanfaatan program MBG melalui sejumlah langkah efisiensi. "Kami concern pada efisiensi anggaran agar tidak membebani keuangan negara, tetapi tanpa mengurangi target pemenuhan gizi yang diberikan," ujarnya. Nanik menjelaskan, pembagian tugas telah dilakukan. Arumsari akan fokus pada pengelolaan dan pengawasan anggaran, sedangkan Trenggono bertanggung jawab mempercepat pembangunan SPPG di daerah-daerah yang sulit dijangkau. (idr/lyn/oni)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan empat kementerian dan lembaga untuk memperkuat ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program. Mulai dari...

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah tudingan pemerintah melakukan penyensoran terhadap liputan aksi demonstrasi di media sosial. Dia menegaskan, tidak ada larangan bagi media massa.....

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer