Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 18 Juni 2026,  2 Samuel 9:1-8  Jadikan Dirimu Sahabat Sejati

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 2 Samuel 9:1-8
Tema: JADIKAN DIRIMU SEBAGAI SAHABAT SEJATI

“Kata raja, ‘Tidak adakah lagi orang dari keluarga Saul, supaya kutunjukkan kepadanya kasih setia Allah?’ Lalu kata Ziba kepada raja, ‘Masih ada seorang putra Yonatan, yang cacat kedua kakinya’” (ay. 3).

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Setiap orang pasti membutuhkan sahabat. Dalam kehidupan ini, kita tidak dapat berjalan sendiri.

Advertisement

Kita membutuhkan orang lain yang dapat berjalan bersama kita, menguatkan kita, menghibur kita, dan bahkan menegur kita ketika kita salah.

Namun dalam kenyataan hidup, tidak semua persahabatan berakhir indah. Banyak hubungan yang awalnya penuh kehangatan, tetapi kemudian retak karena kesalahpahaman, kepentingan pribadi, atau bahkan pengkhianatan. Tidak sedikit orang yang menjadi kecewa dan kehilangan kepercayaan terhadap arti persahabatan.

Di tengah kondisi seperti itu, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat sebuah contoh persahabatan sejati—persahabatan yang tidak lekang oleh waktu, tidak hilang oleh keadaan, dan tidak berubah oleh status.

Advertisement

Saudara-saudari, Kita melihat bagaimana hubungan antara Daud dan Yonatan menjadi dasar dari tindakan kasih Daud kepada Mefiboset. Yonatan adalah sahabat Daud, anak dari Raja Saul.

Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat, bahkan Alkitab menggambarkan bahwa jiwa mereka berpadu dalam persahabatan.

Meskipun Yonatan telah lama meninggal, Daud tidak melupakan perjanjian persahabatan itu. Ketika Daud telah menjadi raja dan hidup dalam kemakmuran, ia tidak tenggelam dalam kenyamanan. Ia justru bertanya: “Adakah lagi orang dari keluarga Saul, supaya kutunjukkan kasih setia Allah kepadanya?”

Pertanyaan ini sangat luar biasa. Daud tidak bertanya untuk mencari musuh yang harus disingkirkan, tetapi untuk mencari orang yang bisa ia berkati. Ini adalah hati seorang sahabat sejati—hati yang tidak melupakan, hati yang setia, dan hati yang penuh kasih.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

"Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, dan memandangi saja kelaliman?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer