Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 23 Juni 2026,  Filipi 2:19-24  Berbuat Demi Kepentingan Kristus

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 2:19-24
Tema: BERBUAT DEMI KEPENTINGAN KRISTUS

“Semuanya mencari kepentingan sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.” (ayat 21)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Kita hidup di dunia yang sangat menekankan kepentingan diri. Sejak kecil, kita sering diajarkan untuk berjuang demi diri sendiri: mencapai keberhasilan, mendapatkan pengakuan, dan memenuhi keinginan pribadi.

Advertisement

Dalam banyak hal, ini dianggap wajar. Bahkan, pemikir seperti Thomas Hobbes mengatakan bahwa manusia pada dasarnya digerakkan oleh kepentingan diri—mencari kenikmatan dan menghindari penderitaan.

Namun firman Tuhan hari ini menghadirkan perspektif yang berbeda. Rasul Paulus dengan jujur mengatakan bahwa banyak orang hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri, bukan untuk kepentingan Kristus. Pernyataan ini sangat relevan, bukan hanya pada zaman Paulus, tetapi juga pada zaman kita sekarang.

Saudara-saudari, Ketika kepentingan diri tidak dikendalikan, ia dapat membawa kita pada sikap egois. Kita menjadi fokus pada apa yang kita inginkan, tanpa mempedulikan orang lain. Kita ingin dihargai, tetapi sulit menghargai.  

Advertisement

Kita ingin diperhatikan, tetapi enggan memperhatikan. Inilah yang sering menjadi akar dari konflik dalam keluarga, persekutuan, bahkan dalam masyarakat.

Di tengah realitas seperti itu, Paulus memberikan contoh yang nyata melalui dua tokoh: Timotius dan Epafroditus.

Tentang Timotius, Paulus berkata bahwa tidak ada orang lain yang sehati dan sepikir dengan dia, yang sungguh-sungguh memperhatikan kepentingan jemaat. Timotius bukan hanya seorang rekan pelayanan, tetapi seorang yang memiliki hati seorang hamba. Ia tidak melayani demi dirinya sendiri, tetapi demi Kristus dan jemaat-Nya.

Kesetiaan Timotius sudah teruji. Ia melayani bersama Paulus seperti seorang anak kepada bapanya. Ini menunjukkan hubungan yang dekat, penuh kepercayaan, dan komitmen yang tinggi. Timotius tidak mencari keuntungan pribadi, tetapi memberi diri sepenuhnya untuk pelayanan Injil.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer