Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 25 Juni 2026,  Filipi 4:8-9  Pikiran Yang Otentik

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 4:8-9
Tema: “PIKIRAN YANG OTENTIK”

“...semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (ay. 8)

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang sangat cepat dalam arus informasi. Setiap hari kita dibanjiri berita, opini, komentar, dan berbagai narasi dari media sosial, televisi, dan internet. Tidak semua informasi itu benar, tidak semua dapat dipercaya, dan tidak semuanya membawa kebaikan bagi hidup kita.

Advertisement

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi memberikan satu nasihat yang sangat penting: “pikirkanlah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis didengar, dan patut dipuji.”

Ini berarti bahwa iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hati dan perbuatan, tetapi juga tentang pikiran. Karena pikiran adalah pintu yang menentukan arah hidup seseorang.

1. Pikiran adalah medan pertempuran utama

Advertisement

Saudara-saudari, Sebelum seseorang jatuh dalam tindakan yang salah, biasanya semuanya dimulai dari pikiran. Apa yang kita pikirkan akan memengaruhi perasaan kita, dan pada akhirnya menentukan tindakan kita.

Contoh yang kita alami bersama dalam masa pandemi Covid-19 menunjukkan hal ini. Banyak informasi yang beredar, termasuk teori-teori konspirasi yang belum tentu benar. Ada yang mengatakan virus sengaja dibuat, ada yang meragukan vaksin, dan berbagai opini lain yang membuat orang takut dan bingung.

Ketika pikiran dipenuhi ketakutan dan informasi yang salah, maka hati menjadi cemas, dan tindakan menjadi tidak bijaksana. Inilah sebabnya Paulus menekankan pentingnya menjaga pikiran.

2. Pikiran yang tidak terjaga mudah dipengaruhi dunia

Di era digital seperti sekarang, kita hidup dalam banjir informasi. Setiap detik kita bisa menerima berita baru, komentar baru, bahkan hoaks yang sulit dibedakan dari kebenaran.

Tanpa disadari, apa yang kita lihat dan dengar setiap hari membentuk cara kita berpikir.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

"Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, dan memandangi saja kelaliman?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer