Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Sabtu, 27 Juni 2026,  Filipi 4:15-17  Solidaritas Memberi

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

PEMBACAAN ALKITAB: Filipi 4:15-17
TEMA: SOLIDARITAS MEMBERI

“Namun, bukan pemberian itu yang kucari, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.” (Filipi 4:17)

Saudara-saudari pemuda yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang sangat menekankan konsumsi. Media sosial, tren gaya hidup, hingga tekanan lingkungan sering membuat kita merasa harus memiliki lebih, menikmati lebih, dan tampil lebih.

Advertisement

Banyak orang bekerja keras bukan hanya untuk kebutuhan, tetapi untuk memenuhi keinginan. Istilah “self-reward” sering dijadikan pembenaran untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga hanya untuk diri sendiri.

Di tengah situasi seperti ini, memberi sering terasa berat. Memberi kepada gereja, memberi untuk pelayanan, atau membantu orang lain sering dianggap sebagai pengeluaran tambahan yang bisa ditunda. Bahkan tidak sedikit yang berpikir: “Nanti saja kalau sudah cukup, baru saya memberi.”

Namun firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat sesuatu yang berbeda—sebuah prinsip rohani yang melampaui logika dunia, yaitu solidaritas dalam memberi.

Advertisement

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi mengingat kembali bagaimana jemaat ini menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Ketika Paulus memulai pelayanannya, banyak jemaat lain belum tergerak untuk mendukung.

Namun jemaat Filipi justru tampil berbeda. Mereka bukan hanya memberi sekali, tetapi berulang kali. Mereka menjadi rekan sekerja dalam pelayanan, bukan hanya secara doa, tetapi juga secara nyata melalui pemberian.

Menariknya, Paulus mengatakan sesuatu yang sangat penting dalam ayat 17: “Bukan pemberian itu yang kucari, melainkan buahnya.” Artinya, Paulus tidak berfokus pada jumlah yang diberikan, tetapi pada dampak rohani dari tindakan memberi itu sendiri.

Saudara-saudari, Memberi bukan sekadar tindakan sosial atau kewajiban agama. Memberi adalah buah dari iman. Memberi adalah bukti bahwa hati kita telah disentuh oleh kasih Tuhan. Memberi menunjukkan bahwa kita tidak hidup hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer