Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 8 Juli 2026, Amsal 25:21-22 Membalas Dengan Kebaikan

Pembacaan Alkitab: Amsal 25:21-22
Tema: MEMBALAS DENGAN KEBAIKAN
"Karena engkau akan membuatnya malu seperti menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas kebaikan itu kepadamu." (Amsal 25:22)
Shalom, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Kehidupan yang kita jalani saat ini dipenuhi dengan berbagai tantangan. Di berbagai belahan dunia terjadi peperangan, konflik antarbangsa, krisis ekonomi, bencana alam, serta berbagai persoalan sosial yang membuat banyak orang hidup dalam ketidakpastian.
Di tengah perkembangan media sosial, berita dan komentar yang bernada kebencian juga tersebar begitu cepat. Perbedaan pandangan sering kali berubah menjadi permusuhan. Perselisihan kecil mudah berkembang menjadi pertengkaran yang besar.
Bahkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun pelayanan di gereja, hubungan antar sesama sering kali retak karena setiap orang merasa dirinya paling benar dan ingin membalas perlakuan yang diterimanya.
Dalam situasi seperti itu, firman Tuhan pada malam hari ini memberikan pengajaran yang sangat berbeda dengan cara berpikir dunia. Amsal 25:21-22 berkata, "Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan membuatnya malu seperti menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas kebaikan itu kepadamu."
Firman ini mungkin terdengar sulit untuk dilakukan. Secara manusiawi, ketika seseorang menyakiti kita, reaksi yang paling mudah muncul adalah membalas. Jika kita dihina, kita ingin menghina kembali.
Jika kita diperlakukan tidak adil, kita ingin melakukan hal yang sama. Kita merasa bahwa membalas adalah cara untuk mempertahankan harga diri dan menunjukkan bahwa kita tidak lemah.
Namun hikmat Tuhan mengajarkan jalan yang berbeda. Tuhan tidak memerintahkan kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan. Mengapa? Karena kebencian tidak pernah dapat dikalahkan oleh kebencian.
Api tidak akan padam jika disiram dengan api. Kebencian hanya akan melahirkan kebencian yang baru. Dendam akan melahirkan dendam berikutnya. Akibatnya, hubungan yang rusak semakin sulit dipulihkan.
