Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 10 Juli 2026,  Amsal 28:6  Bersih Tanpa Flexing

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Amsal 28:6

Tema: BERSIH TANPA FLEXING

"Tak usah flexing demi status sosial, hiduplah tenang karena tak punya hutang."

Advertisement

Firman Tuhan dalam Amsal 28:6 berkata: "Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya daripada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya."

Shalom, sobat muda! Kita hidup di zaman ketika media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari kita melihat orang memamerkan liburan, kendaraan baru, gadget terbaru, pakaian bermerek, makanan mahal, hingga gaya hidup yang tampak sempurna. Tidak sedikit orang akhirnya merasa tertinggal, minder, bahkan berpikir bahwa dirinya harus terlihat sama agar diterima lingkungan.

Fenomena ini dikenal dengan istilah flexing, yaitu kebiasaan memamerkan kekayaan, barang mewah, atau gaya hidup untuk memperoleh pengakuan, pujian, atau status sosial. Masalahnya, tidak semua yang dipamerkan adalah kenyataan. Banyak orang sebenarnya sedang mengalami kesulitan keuangan, tetapi tetap berusaha terlihat sukses di depan orang lain.

Advertisement

Data dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dan OJK pada tahun 2024–2025 menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Ratusan ribu anak muda terlibat dalam judi online, sementara ribuan lainnya terjerat pinjaman online ilegal.

Salah satu penyebabnya adalah keinginan memenuhi gaya hidup konsumtif dan mengejar citra hidup mewah. Mereka ingin memiliki barang yang sedang tren, mengikuti gaya hidup influencer, atau tampil seolah-olah sukses meskipun harus berutang.

Teknologi yang seharusnya menjadi alat untuk berkembang justru menjadi pintu masuk berbagai jebakan. Hanya dengan beberapa kali klik, seseorang bisa meminjam uang, berbelanja tanpa berpikir panjang, bahkan berjudi secara online.

Akibatnya, banyak anak muda kehilangan ketenangan hidup. Siang malam dihantui tagihan, telepon dari penagih utang, bahkan tekanan mental yang berat. Di sinilah Firman Tuhan memberikan prinsip yang sangat berbeda dengan cara dunia berpikir.

Amsal 28:6 mengatakan bahwa lebih baik hidup sederhana tetapi jujur dan bersih daripada terlihat kaya namun memperoleh semuanya dengan jalan yang salah. Tuhan tidak sedang memuliakan kemiskinan, tetapi Tuhan sedang memuliakan integritas. Nilai seseorang tidak ditentukan oleh jumlah hartanya, melainkan oleh karakter dan cara hidupnya.

Dunia berkata, "Yang penting kelihatan sukses." Firman Tuhan berkata, "Yang penting hidup benar." Dunia berkata, "Asal dipuji orang." Firman Tuhan berkata, "Hiduplah berkenan kepada Tuhan." Inilah perbedaan yang harus dimiliki oleh anak-anak Tuhan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer