Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 10 Juli 2026, Amsal 28:27 Kelimpahan Dalam Memberi

Pembacaan Alkitab: Amsal 28:27
Tema: KELIMPAHAN DALAM MEMBERI
"Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki." (Amsal 28:27)
Shalom, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan. Di tengah kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan berbagai tuntutan hidup, banyak orang menjadi semakin berhati-hati dalam menggunakan apa yang dimilikinya.
Tidak sedikit yang berpikir, "Kalau saya memberi, nanti saya sendiri kekurangan." Kekhawatiran seperti ini sangat manusiawi. Namun Firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat persoalan memberi dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari perspektif iman kepada Allah yang memelihara kehidupan umat-Nya.
Amsal 28:27 menyatakan dengan tegas: "Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki."
Ayat ini bukan sekadar ajakan untuk berbagi, melainkan sebuah prinsip kehidupan yang menunjukkan hati Allah. Tuhan menghendaki agar umat-Nya memiliki hati yang penuh belas kasihan, peka terhadap kebutuhan sesama, dan percaya bahwa Dia sanggup mencukupkan setiap kebutuhan orang yang hidup dalam ketaatan.
Salah satu teladan yang sangat menginspirasi adalah kehidupan George Müller, seorang pelayan Tuhan di Inggris pada abad ke-19. Ia dikenal karena pelayanannya kepada ribuan anak yatim piatu. Yang luar biasa, Müller tidak pernah menjadikan permohonan dana kepada manusia sebagai sandaran utama pelayanannya. Ia memilih membawa setiap kebutuhan kepada Tuhan dalam doa.
Berulang kali ia mengalami keadaan di mana persediaan makanan hampir habis. Namun setiap kali itu pula, Tuhan menyediakan pertolongan dengan cara yang ajaib. Ada orang yang tiba-tiba datang membawa makanan. Ada yang tergerak memberikan bantuan tanpa pernah diminta. Semua itu menjadi kesaksian bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang mengandalkan-Nya.
George Müller memahami satu prinsip penting: Tuhan adalah sumber pemeliharaan, bukan manusia. Iman seperti inilah yang juga hendak diajarkan melalui Amsal 28:27.
Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang memberi kepada orang miskin "tidak akan berkekurangan." Pernyataan ini bukan berarti orang percaya tidak pernah mengalami kesulitan ekonomi atau persoalan hidup. Firman ini juga bukan janji bahwa setiap pemberian akan langsung dibalas dengan kekayaan materi.
Yang dimaksud adalah bahwa Tuhan sendiri akan memelihara kehidupan orang yang murah hati. Tuhan mengetahui kebutuhan anak-anak-Nya dan sanggup mencukupkan mereka sesuai dengan kehendak-Nya.
