Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu. 11 Juli 2026,  Amsal 29:27  Teguh Dalam Kebenaran

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Amsal 29:27

Tema: TEGUH DALAM KEBENARAN

"Orang bodoh menjijikkan bagi orang benar; orang yang jujur jalannya menjijikkan bagi orang fasik."
(Amsal 29:27)

Advertisement

Shalom, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Bayangkan ada dua orang yang berjalan di jalan yang sama, tetapi dengan arah hati yang berbeda. Orang pertama memilih jalan kejujuran. Ia berusaha melakukan yang benar meskipun terkadang harus mengalami kerugian, kehilangan kesempatan, atau tidak mendapatkan keuntungan sebesar yang bisa diperoleh dengan cara yang salah

Orang kedua memilih jalan yang lebih mudah dan cepat. Ia mengambil jalan pintas, mengabaikan kebenaran, dan mengejar keuntungan pribadi.

Menariknya, kedua orang ini dapat melihat satu sama lain dengan cara pandang yang berbeda. Orang yang jujur mungkin dianggap bodoh karena tidak mengambil kesempatan yang ada. Sementara orang yang tidak jujur mungkin dianggap berhasil karena mampu mendapatkan apa yang diinginkannya.

Advertisement

Inilah realitas kehidupan yang sering kita jumpai. Dunia tidak selalu memberikan penghargaan kepada orang yang benar. Bahkan terkadang, orang yang mempertahankan kejujuran justru menghadapi tantangan yang lebih besar.

Melalui Amsal 29:27, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup dalam kebenaran tidak selalu membuat seseorang diterima oleh semua orang. Ada kalanya pilihan untuk hidup benar justru menimbulkan penolakan.

Ayat ini berkata: "Orang bodoh menjijikkan bagi orang benar; orang yang jujur jalannya menjijikkan bagi orang fasik."

Kata "menjijikkan" dalam ayat ini menggambarkan adanya penolakan yang kuat akibat perbedaan nilai hidup. Ini bukan sekadar rasa tidak suka biasa, tetapi menunjukkan adanya benturan antara dua cara hidup yang berbeda.

Orang benar dan orang fasik memiliki standar kehidupan yang bertolak belakang.

Orang benar berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia menghargai kejujuran, keadilan, kasih, dan kebenaran. Keputusan hidupnya tidak hanya didasarkan pada keuntungan pribadi, tetapi pada apa yang berkenan kepada Allah.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer