Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 13 Juli 2026, 1 Petrus 2:1-8 Datanglah Kepada Dia

Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 2:1–8
Tema: DATANGLAH KEPADA DIA
"Datanglah kepada Dia, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah." (1 Petrus 2:4)
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Setiap orang pasti pernah menghadapi masa-masa sulit dalam hidup. Ada yang bergumul dengan masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, atau pergumulan batin yang tidak diketahui orang lain. Ketika semua itu terjadi, muncul pertanyaan dalam hati, "Kepada siapa saya harus datang?"
Ada yang mencari pertolongan kepada manusia, mengandalkan kekuatan sendiri, atau bahkan mencari jalan pintas yang justru membawa kepada dosa. Namun firman Tuhan hari ini mengarahkan kita kepada satu Pribadi yang tidak pernah mengecewakan, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Rasul Petrus mengajak setiap orang percaya dengan sebuah undangan yang sederhana tetapi sangat mendalam: "Datanglah kepada Dia." Undangan ini bukan hanya ditujukan kepada orang yang baru mengenal Tuhan, tetapi juga kepada setiap orang percaya yang mungkin mulai menjauh karena berbagai beban kehidupan.
Mengapa kita harus datang kepada Kristus? Karena Dialah Batu yang Hidup. Dunia mungkin pernah menolak-Nya, tetapi Allah memilih dan memuliakan-Nya. Artinya, apa yang dianggap tidak berharga oleh dunia justru menjadi dasar keselamatan bagi semua orang yang percaya.
Sebelum Petrus mengajak jemaat datang kepada Kristus, ia lebih dahulu memberikan satu nasihat penting. Ia berkata, "Buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat, segala kemunafikan, segala kedengkian dan segala fitnah."
Mengapa hal ini perlu dilakukan?
Karena dosa adalah penghalang terbesar yang membuat manusia menjauh dari Tuhan. Dosa merusak hubungan kita dengan Allah, sesama, dan diri sendiri. Dosa membuat hati menjadi keras sehingga tidak lagi peka terhadap suara Tuhan. Ketika seseorang terus-menerus hidup dalam dosa tanpa pertobatan, ia perlahan kehilangan kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan.
Di zaman sekarang, godaan untuk berbuat dosa semakin besar. Kita hidup di tengah dunia yang sering kali mengukur keberhasilan berdasarkan kekayaan, jabatan, popularitas, dan kenikmatan sesaat. Banyak orang tergoda menghalalkan segala cara demi mencapai apa yang diinginkan. Kejujuran dikorbankan demi keuntungan. Integritas dijual demi jabatan. Persaudaraan dirusak oleh iri hati dan fitnah.
