Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 18 Juli 2026, 1 Petrus 4:1-6 Hidup Menurut Kehendak Tuhan

Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 4:1-6
TEMA : HIDUP MENURUT KEHENDAK TUHAN
“Supaya kamu jangan lagi hidup menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah...” (1 Petrus 4:2-3)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Setiap manusia dalam kehidupan ini selalu diperhadapkan dengan pilihan. Setiap hari kita membuat berbagai keputusan, mulai dari hal-hal kecil sampai keputusan yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam setiap pilihan itu, ada sebuah pertanyaan yang perlu kita renungkan: Apakah kita hidup berdasarkan kehendak kita sendiri atau berdasarkan kehendak Tuhan?
Inilah sebuah pilihan iman yang harus dijawab oleh setiap orang percaya. Hidup menurut kehendak sendiri berarti menjadikan diri sendiri sebagai pusat kehidupan. Semua keputusan ditentukan berdasarkan pikiran, keinginan, dan pertimbangan pribadi tanpa melibatkan Tuhan.
Ketika seseorang hanya mengandalkan kehendaknya sendiri, ia merasa bahwa apa yang dipikirkannya adalah yang paling benar. Ia merasa mampu mengatur hidupnya tanpa membutuhkan campur tangan Tuhan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Rencana manusia dapat berubah, harapan manusia dapat gagal, dan keputusan yang dianggap paling baik sekalipun dapat membawa kepada kekecewaan.
Ada pepatah yang mengatakan, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.” Pepatah ini mengingatkan bahwa sehebat apa pun kemampuan manusia, tetap ada batasnya. Manusia tidak dapat mengetahui seluruh perjalanan hidupnya. Apa yang menurut manusia baik belum tentu sesuai dengan rencana Tuhan.
Karena itu, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk belajar menyerahkan hidup kepada Tuhan. Ketika kita meminta hikmat dan mengikuti kehendak Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan yang terbaik. Tuhan tidak pernah merancang sesuatu yang buruk bagi anak-anak-Nya. Rencana Tuhan mungkin tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi rencana-Nya selalu memiliki tujuan yang baik.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam suratnya, Rasul Petrus memberikan nasihat yang tegas kepada jemaat agar berhenti hidup dalam dosa. Ia mengingatkan bahwa orang yang telah menerima Kristus tidak lagi dipanggil untuk menjalani kehidupan lama yang dikuasai oleh keinginan duniawi.
Petrus berkata bahwa Kristus telah menderita secara badani. Karena itu, orang percaya harus memiliki pikiran yang sama, yaitu meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam kehendak Allah.
