Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

13 Pengantar Pengantin Tewas di Jalur Pantura Indramayu

P
BAWA PENUMPANG: Polisi memeriksa pikap yang ditabrak dua truk di jalur Pantura, Kiajaran Kulon, Lohbener, Indramayu, Jabar, Minggu (12/7). (DEDI SUWIDIANTORO/ANTARA FOTO)
BAWA PENUMPANG: Polisi memeriksa pikap yang ditabrak dua truk di jalur Pantura, Kiajaran Kulon, Lohbener, Indramayu, Jabar, Minggu (12/7). (DEDI SUWIDIANTORO/ANTARA FOTO)

Advertisement

 

INDRAMAYU – Remuk hati Deden Ibad melihat orang-orang yang tergeletak di jalanan Pantai Utara (Pantura) Indramayu, Jawa Barat, itu. Mereka penumpang mobil Gran Max pikap bak terbuka yang baru saja diseruduk truk yang dia kendarai. "Saya nggak tega lihatnya," kata Deden di Mapolres Indramayu. Pada Minggu (12/7) siang lalu itu, truk wing box B 9260 TEV yang dikendarai Deden dan Gran Max pikap E 8559 RB yang disopiri Warkidi itu sama-sama melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Namun, lanjut Deden, tiba-tiba Gran Max tersebut berhenti mendadak. "Kondisi mobil (pikap) di depan saya mendadak berhenti saat akan bermanuver ke kanan untuk putar balik, sehingga (truk) saya menabraknya dari belakang," lanjut Deden.

Jarak yang sudah terlampau dekat, kata Deden, membuat truk yang dikemudikannya tidak mampu menghindar sehingga langsung menghantam bagian belakang mobil pikap berpenumpang 17 orang tersebut (lihat grafis). Mobil pun terpental hingga ke jalur lawan arah dan kembali ditabrak truk. Akibatnya sangat mengerikan. Tiga orang meninggal di lokasi dan 10 lainnya mengembuskan napas terakhir di dua rumah sakit. "Total korban meninggal dunia saat ini mencapai 13 orang. Sopir Gran Max turut menjadi korban meninggal," kata Kasatlantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat, dikonfirmasi kemarin (13/7). Seperti yang disampaikan Deden, Undang menyebut, jarak yang terlalu dekat antara Gran Max dan truk wing box membuat tabrakan tak terhindarkan. "Kerasnya benturan membuat belasan penumpang yang berada di bak belakang pikap terpental ke badan jalan raya," ujarnya.

Evakuasi Korban

Sesaat setelah kejadian, petugas Polsek Lohbener, Indramayu, bersama warga sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban yang terkapar. Korban luka segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari. "Namun, akibat luka berat yang diderita, terutama cedera parah di bagian kepala, sejumlah korban mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit maupun saat mendapatkan penanganan medis," paparnya.

Advertisement

Berdasarkan data yang dirilis pihak kepolisian, delapan dari total korban tewas teridentifikasi sebagai warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Rombongan tersebut diketahui baru saja pulang dari mengantar pengantin. "Informasinya mereka baru saja selesai mengantar pengantin ke Desa Parean, Kandanghaur, Indramayu," jelas Undang. (idr/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan empat kementerian dan lembaga untuk memperkuat ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program. Mulai dari...

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah tudingan pemerintah melakukan penyensoran terhadap liputan aksi demonstrasi di media sosial. Dia menegaskan, tidak ada larangan bagi media massa.....

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer