Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 19 Juli 2026, Kejadian 39:7-12  Kekuasaan VS Kesetiaan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Kejadian 39:7-12

TEMA : KEKUASAAN VS KESETIAAN

“Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada istri tuannya itu: ‘Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya ke dalam tanganku.’”
(Kejadian 39:8)

Advertisement

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kisah kehidupan Yusuf merupakan salah satu kisah yang sangat menarik dalam Alkitab. Perjalanan hidup Yusuf penuh dengan perubahan yang luar biasa.

Ia adalah anak kesayangan Yakub yang kemudian mengalami penderitaan karena dibenci dan dijual oleh saudara-saudaranya sendiri.  Dari seorang anak yang kehilangan keluarga dan menjadi budak di negeri asing, Tuhan kemudian mengangkat Yusuf menjadi seorang pemimpin besar di Mesir.

Jika kita membaca seluruh perjalanan hidup Yusuf, kita melihat bahwa kehidupannya mengalami banyak perubahan. Ada masa sukacita, tetapi ada juga masa penderitaan. Ada saat ia dihormati, tetapi ada juga saat ia direndahkan. Namun, di tengah semua perubahan itu, ada satu hal yang tidak berubah dalam diri Yusuf, yaitu karakter kesetiaan dan keteguhan hatinya kepada Tuhan.

Advertisement

Hari ini kita belajar dari satu peristiwa penting dalam kehidupan Yusuf, yaitu ketika ia menghadapi godaan dari istri Potifar. Peristiwa ini menunjukkan sebuah pertarungan antara kekuasaan dan kesetiaan.

Saudara-saudari, pada saat itu Yusuf adalah seorang hamba di rumah Potifar, seorang pegawai istana Firaun. Karena penyertaan Tuhan, Yusuf dipercaya dan diberikan tanggung jawab besar oleh Potifar. Ia mengelola seluruh rumah tuannya dengan baik.

Namun, di tengah keberhasilan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya, datanglah sebuah ujian besar. Istri Potifar melihat bahwa Yusuf adalah seorang yang menarik dan mulai menggodanya. Ia meminta Yusuf untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Sebagai seorang hamba, posisi Yusuf sangat lemah dibandingkan dengan istri Potifar. Istri Potifar memiliki kekuasaan dan pengaruh. Perintahnya dapat membawa dampak besar bagi kehidupan Yusuf. Dalam keadaan seperti itu, Yusuf sebenarnya memiliki alasan untuk mengikuti keinginan tersebut demi mendapatkan keamanan atau keuntungan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer