Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Groundbreaking Blok Masela, Investasi Proyek Rp 376 T, Targetkan 2029 Beroperasi

P
PENUHI KEBUTUHAN DOMESTIK: Ilustrasi proyek LNG Abadi di Blok Masela yang mulai dibangun kemarin (16/7). Kawasan itu memiliki potensi produksi gas mencapai 1.200 juta standar kaki kubik per hari. (SEKRETARIAT PRESIDEN)
PENUHI KEBUTUHAN DOMESTIK: Ilustrasi proyek LNG Abadi di Blok Masela yang mulai dibangun kemarin (16/7). Kawasan itu memiliki potensi produksi gas mencapai 1.200 juta standar kaki kubik per hari. (SEKRETARIAT PRESIDEN)

Advertisement

 

TANIMBAR – Setelah bertahun-tahun tertunda, Proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan. Presiden Prabowo Subianto meminta proyek strategis senilai sekitar USD 21 miliar atau Rp 376 triliun itu dikebut agar segera memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menggerakkan perekonomian Indonesia Timur.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara daring peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek LNG Abadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, kemarin (16/7). Proyek tersebut dikembangkan oleh Inpex Corporation bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela Sdn. Bhd.

Advertisement

"Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegas Prabowo. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Proyek LNG Abadi ditargetkan mulai berproduksi pada 2029-2030.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menambahkan, investasi proyek sekitar USD 21 miliar, termasuk tambahan investasi sekitar USD 1 miliar untuk penerapan teknologi carbon capture and storage (CCS).

Menurut dia, Lapangan Abadi memiliki potensi produksi gas mencapai 1.200 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara fasilitas LNG akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, 35 ribu barel kondensat per hari, serta sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan domestik. "Nanti gasnya minimal 60 persen untuk memenuhi kebutuhan domestik dan maksimal 40 persen untuk ekspor," kata Bahlil.

Selain memperkuat pasokan energi, proyek tersebut diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. Selama masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja.

Blok Masela berada sekitar 750 kilometer di selatan Ambon dengan kedalaman laut 400-800 meter. Meski berbatasan dengan perairan Australia, seluruh wilayah kerja berada di kawasan Indonesia. (bry/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan empat kementerian dan lembaga untuk memperkuat ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program. Mulai dari...

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah tudingan pemerintah melakukan penyensoran terhadap liputan aksi demonstrasi di media sosial. Dia menegaskan, tidak ada larangan bagi media massa.....

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer