Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang

P
TEGAS: Saifullah Yusuf (tengah) ingin rangkaian MPLS dilaksanakan dengan prinsip ramah anak dan nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan. (Foto: HUMAS KEMENTERIAN SOSIAL)
TEGAS: Saifullah Yusuf (tengah) ingin rangkaian MPLS dilaksanakan dengan prinsip ramah anak dan nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan. (Foto: HUMAS KEMENTERIAN SOSIAL)

Advertisement

 

JAKARTA – Selain sekolah umum, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 juga sudah mulai berjalan di Sekolah Rakyat (SR) sejak 14 Juli 2026. Di SR, MPLS digelar agak berbeda karena dilakukan secara bertahap dalam empat gelombang. Pola ini dipilih untuk memastikan seluruh sarana pendidikan dan asrama benar-benar siap sebelum siswa baru datang.

Adapun pada tahun ajaran baru ini, ada 101 SR yang akan melaksanakan MPLS dengan pembagian empat gelombang, yaitu 19 Sekolah Rakyat permanen gelombang I pada 14 Juli, 63 Sekolah Rakyat permanen gelombang II pada 31 Juli, 8 Sekolah Rakyat rintisan Jabodetabek pada 15 Agustus, dan 11 Sekolah Rakyat permanen gelombang IV pada 31 Agustus.

Advertisement

Menurut Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, pelaksanaan MPLS secara bertahap didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yakni kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keamanan dan kenyamanan siswa, serta ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.

"Jadi, bertahap bukan tanda ketidakpastian, tetapi bentuk tanggung jawab. Karenanya, sekolah yang sarananya belum sepenuhnya siap tidak dipaksakan menerima siswa demi keamanan. Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap," ujarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa seluruh gelombang MPLS akan menggunakan kerangka yang sama. Di mana para murid menjalani 19 hari pelaksanaan MPLS dalam empat fase sebagai bagian dari program persiapan selama kurang lebih tiga bulan sebelum nantinya benar-benar memasuki pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama penuh.

"Pada tahap ini, siswa dikenalkan pada potensi dirinya, warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama," katanya. (mia/ali)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

Empat Kementerian dan Lembaga Perkuat Ekosistem JKN

BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan empat kementerian dan lembaga untuk memperkuat ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program. Mulai dari...

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Wanti-Wanti Lonjakan Hoaks Jelang HUT RI

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah tudingan pemerintah melakukan penyensoran terhadap liputan aksi demonstrasi di media sosial. Dia menegaskan, tidak ada larangan bagi media massa.....

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

Komunitas Ekspedisi Tuding Evakuasi Tak Sesuai Prosedur

KOMUNITAS sopir truk logistik dan ekspedisi lintas Surabaya–Makassar mengkritik dugaan pengabaian standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka menilai proses....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer