Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 26 Juli 2026, 1 Yohanes 1:8-10  Sama Seperti Yang Allah Katakan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 1 Yohanes 1:8–10
Tema: Sama Seperti yang Allah Katakan

"Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita." (1 Yohanes 1:8)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Salah satu kecenderungan manusia yang paling sulit diubah adalah keinginan untuk membenarkan diri sendiri. Ketika melakukan kesalahan, kita sering kali mencari alasan, menyalahkan keadaan, atau bahkan menyalahkan orang lain.

Advertisement

Jarang sekali seseorang dengan rendah hati berkata, "Saya memang bersalah." Sebaliknya, kita lebih mudah berkata, "Saya terpaksa melakukannya," atau "Semua orang juga melakukan hal yang sama."

Di tengah budaya seperti ini, kita sering menjumpai kisah-kisah yang menggambarkan seorang pelanggar sebagai pahlawan. Tokoh-tokoh yang melanggar aturan digambarkan sebagai sosok yang cerdas, pemberani, bahkan layak dikagumi.

Dalam dunia sastra dan mitologi, misalnya, ada kisah tentang Hermes yang mencuri ternak Apollo tetapi akhirnya lolos dari hukuman karena kecerdasannya. Demikian pula tokoh seperti Robin Hood sering dipandang sebagai pahlawan karena mencuri demi menolong orang miskin.

Advertisement

Kisah-kisah seperti ini memang menarik, tetapi tanpa disadari dapat membentuk cara berpikir kita. Sedikit demi sedikit kita mulai percaya bahwa pelanggaran dapat dibenarkan jika tujuannya dianggap baik. Kita mulai menganggap kebohongan kecil bukan lagi dosa, melainkan "demi kebaikan". Kita menyebutnya white lies. Kita merasa tindakan kita dapat dimaklumi karena keadaan memaksa.

Namun firman Tuhan hari ini membawa kita kembali kepada kebenaran yang tidak berubah. Rasul Yohanes berkata dengan sangat jelas, "Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita."

Perkataan ini sangat tegas. Yohanes tidak berkata bahwa kita sedang menipu orang lain terlebih dahulu. Ia berkata bahwa kita sedang menipu diri sendiri. Inilah bahaya terbesar. Ketika seseorang berhasil meyakinkan dirinya bahwa ia tidak bersalah, ia akan semakin sulit bertobat.

Dalam bahasa Yunani, kata yang digunakan adalah planomen, yang berarti menyesatkan atau menipu diri sendiri. Artinya, seseorang membangun gambaran yang salah tentang dirinya. Ia merasa dirinya baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang menjauh dari Allah.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer