Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Selasa, 28 Juli 2026, 1 Yohanes 2:18-21 Bertahan Denga Iman Agar Tidak Tergoyahkan

PEMBACAAN ALKITAB: 1 Yohanes 2:18-21
TEMA: BERTAHAN DENGAN IMAN AGAR TIDAK TERGOYAHKAN
Shalom, pemuda yang dikasihi Tuhan. Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang tenang, penuh sukacita, dan tanpa masalah. Namun kenyataannya, hidup tidak pernah lepas dari tantangan. Sebagai pemuda, kita menghadapi begitu banyak tekanan.
Ada tekanan dalam sekolah atau kuliah, persaingan di dunia kerja, pergumulan dalam keluarga, hubungan dengan teman atau pasangan, bahkan tantangan dalam pelayanan. Tidak sedikit anak muda yang awalnya begitu bersemangat mengikut Tuhan, tetapi perlahan-lahan menjadi jauh dari Tuhan karena berbagai tekanan hidup.
Yang perlu kita sadari adalah bahwa iman sering kali tidak runtuh karena satu masalah besar. Justru iman lebih sering melemah karena hal-hal kecil yang dibiarkan terus-menerus. Misalnya mulai malas berdoa, jarang membaca Alkitab, merasa ibadah tidak lagi penting, lebih memilih kesibukan daripada Tuhan, atau mulai mendengarkan suara-suara yang meragukan iman. Semua itu datang perlahan, tetapi akhirnya mampu menggoyahkan kehidupan rohani seseorang.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita melalui 1 Yohanes 2:18-21 tentang pentingnya bertahan dalam iman.
Rasul Yohanes berkata bahwa pada akhir zaman akan muncul banyak "antikristus". Istilah ini bukan hanya menunjuk kepada satu pribadi tertentu, tetapi kepada setiap orang yang menolak Kristus dan berusaha menjauhkan orang lain dari Kristus.
Yang mengejutkan adalah orang-orang ini sebelumnya merupakan bagian dari persekutuan orang percaya. Mereka pernah berjalan bersama, beribadah bersama, bahkan mungkin melayani bersama. Namun kemudian mereka meninggalkan Kristus dan berusaha menarik orang lain untuk ikut meninggalkan iman.
Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa ancaman terhadap iman tidak selalu datang dari luar gereja. Kadang justru datang dari orang-orang yang pernah dekat dengan kita. Bisa saja seorang teman berkata, "Tidak usah terlalu fanatik ikut Tuhan."
Ada yang berkata, "Hidup sekali, nikmati saja. Tidak perlu terlalu serius dengan gereja." Bahkan media sosial hari ini dipenuhi dengan berbagai konten yang meragukan kebenaran Firman Tuhan, mengejek iman Kristen, atau mengajarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Kalau kita tidak memiliki dasar iman yang kuat, perlahan-lahan kita bisa mulai mempertanyakan iman kita sendiri. Awalnya hanya mendengar, lalu mulai percaya, kemudian mengikuti, dan akhirnya meninggalkan Tuhan. Itulah sebabnya Yohanes menulis surat ini sebagai peringatan sekaligus penguatan bagi jemaat.
