Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 1 Agustus 2026, 3 Yohanes 1:1-4  Tidak Terlupakan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 3 Yohanes 1:1-4

TEMA : TIDAK TERLUPAKAN

Nas Firman:
"Sebab, aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan bersaksi tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran." (3 Yohanes 1:3)

Advertisement

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Musim mudik memang telah berlalu, tetapi setiap musim mudik selalu meninggalkan banyak cerita. Ada cerita yang mengharukan, ada pula yang menggelikan. Salah satu kisah yang sempat menjadi perhatian banyak orang adalah tentang seorang ibu yang tertinggal di sebuah rest area jalan tol.

Karena seluruh anggota keluarga mengira semua sudah kembali ke mobil, kendaraan itu melaju belasan kilometer sebelum akhirnya mereka menyadari bahwa sang ibu tidak ikut di dalam mobil. Untunglah ada petugas kepolisian yang sedang berpatroli, sehingga ibu tersebut dapat diantar kembali dan dipertemukan dengan keluarganya.

Advertisement

Peristiwa ini mungkin terdengar lucu, tetapi sekaligus menggambarkan kenyataan hidup. Dunia kita bergerak begitu cepat. Kesibukan, target pekerjaan, urusan keluarga, dan berbagai aktivitas membuat orang bisa lupa pada hal-hal yang sebenarnya sangat penting. Bahkan seseorang yang sangat dekat sekalipun bisa terlupakan.

Namun, firman Tuhan hari ini berbicara tentang seseorang yang justru tidak terlupakan, bukan karena kekayaan, jabatan, atau popularitasnya, melainkan karena kehidupannya yang setia kepada Tuhan. Orang itu adalah Gayus.

Rasul Yohanes menulis surat ini dengan penuh kasih. Ia tidak memuji Gayus karena kepandaiannya berbicara atau karena kedudukannya dalam jemaat. Yohanes justru bersukacita karena mendengar kesaksian dari banyak orang mengenai kehidupan Gayus.

Mereka berkata bahwa Gayus "hidup dalam kebenaran." Menarik sekali bahwa yang memberikan penilaian bukan Gayus sendiri, melainkan orang-orang yang mengenal hidupnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer