Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 2 Agustus 2026, Kejadian 20:1-5  Allah Melindungi Gereja Di Tengah Ancaman

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Kejadian 20:1–5

TEMA : ALLAH MELINDUNGI GEREJA DI TENGAH ANCAMAN

Nas Firman: "Bukankah lelaki itu sendiri yang mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Perempuan itu sendiri juga mengatakan: Ia saudaraku. Hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang tak bersalah." (Kejadian 20:5)

Advertisement

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan ini, ancaman sering kali membuat manusia mengambil jalan pintas. Ketika merasa takut kehilangan pekerjaan, ada orang yang tergoda memanipulasi laporan.

Ketika takut kehilangan jabatan, ada yang rela mengorbankan kejujuran. Ketika merasa terancam, manusia kerap berpikir bahwa kebohongan adalah cara paling aman untuk menyelamatkan diri.

Advertisement

Sejarah juga memperlihatkan bahwa kekuasaan sering disalahgunakan. Tidak sedikit penguasa yang menggunakan wewenangnya demi memenuhi ambisi pribadi, sementara mereka yang lemah menjadi korban. Ketika kekuasaan tidak lagi dipimpin oleh hati nurani dan takut akan Tuhan, ketidakadilan mudah terjadi.

Di tengah kenyataan seperti itulah firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat pengalaman Abraham dan Sara.

Setelah meninggalkan Kanaan, Abraham menetap sebagai pendatang di wilayah Gerar. Sebagai orang asing, Abraham berada pada posisi yang rentan. Ia tidak memiliki perlindungan politik maupun kekuatan militer. Yang ia miliki hanyalah keluarganya dan janji Allah.

Namun, ketakutan menguasai hati Abraham. Ia mengetahui bahwa Sara adalah perempuan yang cantik. Abraham membayangkan kemungkinan terburuk: raja Gerar akan menginginkan Sara dan membunuh dirinya agar dapat mengambil istrinya. Karena ketakutan itu, Abraham kembali menggunakan cara yang pernah dilakukannya di Mesir. Ia meminta Sara mengatakan bahwa dirinya adalah saudara perempuan Abraham.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer