Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 6 Juli 2026, Kejadian 21:28-31  Membarui Perjanjian

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Kejadian 21:28–31
Tema: Membarui Perjanjian

"Jawabnya: 'Ketujuh anak domba betina itu harus kauterima dari tanganku sebagai tanda bukti bagiku bahwa akulah yang menggali sumur ini.'" (Kejadian 21:30)

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Setiap hubungan yang dibangun di atas kasih dan kepercayaan memerlukan komitmen untuk terus dipelihara. Tidak ada hubungan yang selalu berjalan mulus. Dalam keluarga, persahabatan, pekerjaan, pelayanan, bahkan dalam kehidupan bergereja, pasti ada perbedaan pendapat, kesalahpahaman, atau persoalan yang muncul.

Advertisement

Yang membedakan hubungan yang bertahan dengan hubungan yang hancur bukanlah ada atau tidaknya masalah, melainkan kesediaan untuk memperbaiki dan memperbarui komitmen ketika masalah itu muncul.

Sering kali kita merasa keberatan terhadap isi sebuah kesepakatan atau perjanjian. Kita mungkin merasa diperlakukan tidak adil, kurang dihargai, atau hak kita diabaikan. Namun, daripada menyampaikan keberatan secara terbuka, kita memilih diam. Lama-kelamaan, rasa kecewa itu berkembang menjadi kepahitan. Dari kepahitan lahirlah ketidakpercayaan, dan akhirnya hubungan yang dahulu baik menjadi retak.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa ketika ada persoalan dalam sebuah perjanjian, jalan keluarnya bukan membatalkan hubungan, melainkan memperbarui perjanjian itu dengan kejujuran dan itikad baik.

Advertisement

Dalam bacaan kita, Abraham dan Abimelekh telah mengadakan perjanjian damai. Namun Abraham merasa masih ada satu persoalan penting yang belum terselesaikan, yaitu mengenai sumur yang telah digalinya. Sumur itu pernah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh. Bagi Abraham, persoalan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena suatu hari dapat kembali menimbulkan konflik.

Abraham tidak memilih memendam masalah. Ia juga tidak membiarkan perjanjian yang baru dibuat menjadi rapuh karena persoalan yang belum diselesaikan. Dengan penuh hikmat ia mengambil tujuh anak domba betina dan memisahkannya dari ternak yang lain. Tindakan ini menarik perhatian Abimelekh, sehingga ia bertanya mengenai maksud dari ketujuh anak domba tersebut.

Abraham kemudian menjelaskan bahwa ketujuh anak domba itu harus diterima sebagai tanda bahwa dialah yang menggali sumur itu. Dengan menerima pemberian tersebut, Abimelekh mengakui hak Abraham atas sumur Bersyeba.

Hal yang menarik ialah Abimelekh tidak menolak permintaan itu. Ia menerima penjelasan Abraham dan bersedia memperbarui isi perjanjian mereka. Akhirnya keduanya kembali bersumpah, dan hubungan mereka menjadi semakin kuat karena persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik telah diselesaikan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer