Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 13 Agustus 2026, Efesus 5:6-10  Hidup Sebagai Anak Terang

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Efesus 5:6-10
TEMA: HIDUP SEBAGAI ANAK TERANG

“Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang...” (Efesus 5:8b)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Terang dan gelap merupakan metafora yang sangat sering digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan dua keadaan hidup yang bertolak belakang.Terang menunjuk kepada kehidupan yang berkenan kepada Allah, sedangkan gelap menggambarkan kehidupan yang menjauh dari kehendak-Nya.

Advertisement

Karena itu, ketika Paulus berkata, “Hiduplah sebagai anak-anak terang,” ia tidak sekadar memberikan nasihat moral. Ia sedang mengingatkan identitas orang percaya: kita adalah anak-anak terang karena Kristus telah membawa kita keluar dari kegelapan.

Sebelum mengenal Kristus, hidup kita mungkin pernah dipenuhi berbagai bentuk kegelapan. Ada dosa yang pernah kita lakukan, kebiasaan buruk yang sulit ditinggalkan, perkataan yang pernah melukai orang lain, keputusan yang kita sesali, bahkan lingkungan pergaulan yang perlahan-lahan menjauhkan kita dari Tuhan. Namun, Injil mengingatkan bahwa masa lalu bukanlah identitas terakhir kita. Di dalam Kristus, kita telah menerima hidup yang baru.

Karena itu, Paulus berkata, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.” Perhatikan bahwa Paulus tidak berkata, “Dahulu kamu berada dalam kegelapan, tetapi sekarang kamu berada di dalam terang.” Ia mengatakan bahwa dahulu kita adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Ada perubahan identitas yang mendasar.

Advertisement

Pertama, hidup sebagai anak terang berarti menyadari siapa diri kita di dalam Kristus.

Identitas menentukan cara seseorang menjalani hidup. Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya adalah anak dari sebuah keluarga, ia akan berusaha menjaga nama baik keluarganya. Demikian pula orang yang menyadari dirinya sebagai anak Allah akan berusaha hidup sesuai dengan kehendak Bapa.

Paulus sebelumnya mengingatkan jemaat Efesus mengenai berbagai bentuk kehidupan yang bertentangan dengan kehendak Allah: percabulan, kecemaran, keserakahan, dan penyembahan berhala. Semua itu bukan sekadar kesalahan kecil, tetapi pola hidup yang menjauhkan manusia dari Allah.

Paulus bahkan memperingatkan jemaat agar jangan turut mengambil bagian dalam kehidupan demikian. Artinya, kita harus berhati-hati terhadap pengaruh yang membentuk kehidupan kita. Tidak semua lingkungan harus kita ikuti dan tidak semua kebiasaan yang populer boleh kita normalisasi.Kita hidup di tengah dunia, tetapi kita tidak dipanggil untuk menjadi serupa dengan dunia.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer