Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 14 Agustus 2026, Efesus 5:15-16 Hidup Sebagai Orang Bijak

Pembacaan Alkitab: Efesus 5:15-16
TEMA: HIDUP SEBAGAI ORANG BIJAK
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:15-16)
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Ada sebuah kisah tentang seorang ayah yang sangat sibuk. Setiap hari ia bekerja sejak pagi dan baru pulang pada malam hari. Ketika tiba di rumah, tubuhnya sudah lelah. Ia terlalu letih untuk bermain atau berbincang dengan anaknya.
Anak laki-lakinya yang masih kecil sebenarnya memiliki keinginan yang sangat sederhana: ia ingin bermain dengan ayahnya. Suatu malam, anak itu datang kepada ayahnya sambil membawa uang tabungannya. Dengan polos ia bertanya, “Papa, berapa biaya satu jam waktu Papa?”
Sang ayah terkejut mendengar pertanyaan itu. Ia menjawab dengan menyebutkan sejumlah uang. Tanpa diduga, anak itu menyerahkan seluruh tabungannya kepada ayahnya. “Ini uangnya, Pa. Sekarang Papa sudah dibayar. Ayo kita bermain.”
Sang ayah terdiam. Matanya berkaca-kaca. Ia baru menyadari bahwa selama ini ia begitu sibuk mencari uang untuk keluarganya, tetapi justru kehilangan sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang: waktu bersama keluarganya.
Saudara-saudara, Kisah ini mungkin sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan kita. Kita sering mengatakan bahwa kita tidak mempunyai waktu. Tidak ada waktu untuk keluarga, tidak ada waktu untuk berdoa, tidak ada waktu untuk membaca Alkitab, tidak ada waktu untuk melayani, bahkan tidak ada waktu untuk beristirahat.
Namun sebenarnya, setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama: 24 jam sehari. Persoalannya bukan semata-mata berapa banyak waktu yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakan waktu yang Tuhan percayakan kepada kita.
Itulah yang menjadi perhatian Paulus dalam Efesus 5:15-16. Paulus berkata, “Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.”
Perhatikan kata “bagaimana kamu hidup.” Paulus tidak hanya berbicara tentang apa yang kita percaya, tetapi bagaimana iman itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

