Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 16 Agutsus 2026, Yohanes 8:31-32  Murid Sejati Bukan Sekedar Pengikut

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 8:31-32
Tema: Murid Sejati Bukan Sekadar Pengikut

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” (Yohanes 8:31)

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Pada zaman Yesus, hubungan antara seorang guru dan murid sangat dekat. Seorang murid bukan hanya datang untuk mendengarkan pelajaran, mencatat, lalu pulang. Murid biasanya hidup dekat dengan gurunya.

Advertisement

Ia memperhatikan perkataan, kebiasaan, sikap, bahkan cara gurunya memperlakukan orang lain. Karena itu, tidak jarang seorang murid memiliki karakter yang sangat mirip dengan gurunya. Apa yang dipelajari tidak hanya tersimpan di dalam pikiran, tetapi terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks seperti itulah kita memahami perkataan Yesus dalam Yohanes 8:31: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Yesus tidak mengatakan bahwa seseorang menjadi murid hanya karena pernah mendengar-Nya, percaya kepada-Nya, atau mengagumi mukjizat-Nya. Menjadi murid berarti tetap tinggal di dalam firman-Nya dan membiarkan firman itu membentuk seluruh kehidupan.

Di sinilah kita perlu membedakan antara pengikut dan murid sejati.Seorang pengikut bisa saja mengikuti karena tertarik, kagum, atau mendapatkan sesuatu. Ketika situasi menyenangkan, ia hadir.

Advertisement

Ketika ada mukjizat, ia bersorak. Ketika Tuhan memberikan berkat, ia bersyukur. Namun ketika iman menuntut pengorbanan, kesetiaan, pengampunan, kejujuran, dan ketaatan, ia bisa saja mundur.

Murid sejati berbeda. Ia tidak hanya mengikuti Yesus ketika jalan terasa mudah, tetapi tetap berjalan bersama-Nya ketika jalan itu sulit. Ia tidak hanya ingin menerima berkat Tuhan, tetapi juga bersedia melakukan kehendak Tuhan.

Saudara-saudari, Yesus berkata, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku.” Kata “tetap” menunjukkan sesuatu yang terus-menerus. Dalam bahasa Yunani digunakan kata menō, yang berarti tinggal, menetap, atau berdiam. Jadi, menjadi murid berarti menetap dan berakar kuat di dalam Kristus.

Tinggal di dalam Kristus tentu bukan sekadar rajin membaca Alkitab atau mengetahui banyak ayat. Kita dapat mengetahui banyak hal tentang Yesus, tetapi pengetahuan itu belum tentu mengubah kehidupan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer