Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 16 Agustus 2026, Yohanes 8:33-34  Yang Berbuat Dosa Adalah Hamba Dosa

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 8:33-34
Tema: Yang Berbuat Dosa Adalah Hamba Dosa

“Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.’” (Yohanes 8:34)

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ada sebuah kalimat sederhana yang pernah menjadi bahan candaan sekaligus teguran di antara kami: “Tak bisa boncengan masuk surga. Harus ada usaha untuk mengayuh.”

Advertisement

Kalimat ini muncul sebagai protes kepada teman yang tidak mau mengikuti ibadah dan latihan bernyanyi, tetapi ketika tiba waktunya tampil dalam konser, ia ingin ikut serta.

Di balik candaan tersebut terdapat sebuah kenyataan penting: kita tidak dapat hanya menikmati hasil tanpa bersedia menjalani proses. Dalam kehidupan iman pun demikian. Kita tidak dapat merasa aman hanya karena memiliki identitas agama, tercatat sebagai anggota gereja, rajin mengikuti kegiatan tertentu, atau pernah melakukan pelayanan. Iman harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Hal inilah yang menjadi persoalan orang-orang Yahudi dalam bacaan kita. Mereka bangga karena merupakan keturunan Abraham dan umat pilihan Allah. Mereka merasa bahwa status tersebut sudah cukup untuk menjamin keselamatan dan kebebasan mereka. Namun, Yesus menunjukkan bahwa ada persoalan yang jauh lebih dalam, yaitu perbudakan dosa.

Advertisement

Yesus berkata dengan tegas, “Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.”

Saudara-saudari, Apa yang dimaksud dengan hamba dosa? Seorang hamba adalah orang yang berada di bawah kuasa tuannya. Ia tidak memiliki kebebasan penuh untuk menentukan hidupnya sendiri.

Demikian pula dosa. Pada awalnya dosa mungkin tampak seperti sesuatu yang kecil dan menyenangkan. Kita mungkin berkata, “Sekali saja,” atau “Saya masih bisa mengendalikan diri.”

Tetapi dosa yang terus dilakukan dapat berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan kemudian membentuk karakter, dan akhirnya kita dapat kehilangan kemampuan untuk mengatakan tidak.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer