Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 20 Agustus 2026, Yohanes 9:1-12 Pekerjaan Allah Harus Dinyatakan

Pembacaan Alkitab: Yohanes 9:1-12
Tema: Pekerjaan Allah Harus Dinyatakan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ketika terjadi musibah, kecelakaan, penyakit, atau kegagalan dalam kehidupan seseorang, sering kali pertanyaan pertama yang muncul adalah: “Dosa siapa ini?” Kita ingin segera mencari penyebab dan orang yang dianggap bertanggung jawab.
Ketika melihat kecelakaan di jalan, misalnya, terkadang perhatian kita bukan pertama-tama tertuju kepada korban yang membutuhkan pertolongan, tetapi kepada perdebatan tentang siapa yang salah.
Pola berpikir seperti ini juga dapat muncul ketika kita melihat seseorang mengalami kesulitan. Ketika seseorang kehilangan pekerjaan, kita bertanya apakah ia kurang berdoa. Ketika sebuah keluarga mengalami masalah, kita menganggap pasti ada dosa tertentu. Ketika seseorang sakit, kita cepat menyimpulkan bahwa mungkin ia sedang menerima hukuman Tuhan.
Memang, dosa dapat membawa berbagai akibat dalam kehidupan manusia. Namun, kita tidak memiliki hak untuk dengan mudah menghubungkan setiap penderitaan seseorang dengan dosa tertentu. Kita bukan hakim atas kehidupan orang lain. Kita tidak mengetahui seluruh rencana dan pekerjaan Allah.
Hal inilah yang kita lihat dalam Yohanes 9:1-12. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya bertemu dengan seorang yang buta sejak lahir, murid-murid bertanya, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, ia sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
Pertanyaan itu menunjukkan cara berpikir manusia pada waktu itu. Mereka menganggap penderitaan harus selalu memiliki hubungan langsung dengan dosa seseorang atau keluarganya.
Tetapi jawaban Yesus mengejutkan: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
Yesus mengubah cara pandang mereka. Para murid bertanya tentang siapa yang salah, tetapi Yesus mengarahkan mereka kepada apa yang Allah sedang kerjakan.
Saudara-saudari, Ini merupakan perubahan perspektif yang sangat penting bagi kehidupan kita. Ketika menghadapi masalah, kita sering bertanya, “Mengapa ini terjadi?” Pertanyaan itu manusiawi. Tetapi jangan berhenti di sana. Kita juga perlu bertanya, “Tuhan, apa yang hendak Engkau kerjakan melalui keadaan ini?”
