Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 20 Agustus 2026, Yohanes 9:35-41  Aku Percaya Tuhan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 9:35-41
Tema: Aku Percaya, Tuhan

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman ketika manusia memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi. Dengan telepon genggam, kita dapat melihat berita dari berbagai tempat, mengetahui kehidupan orang lain, membaca berbagai pendapat, bahkan mencari jawaban atas hampir semua pertanyaan. Kita merasa memiliki “penglihatan” yang semakin tajam karena teknologi.

Namun, ada sebuah pertanyaan penting: Apakah semakin banyak yang kita lihat berarti kita semakin mampu melihat pekerjaan Tuhan?

Advertisement

Belum tentu. Kita bisa melihat banyak hal dengan mata, tetapi belum tentu mampu melihat dengan hati. Kita dapat mengetahui banyak informasi, tetapi belum tentu mengenal kebenaran.

Kita dapat melihat kesalahan orang lain dengan sangat jelas, tetapi tidak mampu melihat kekurangan diri sendiri.

Karena itu, kebutaan yang paling berbahaya bukan selalu kebutaan fisik. Kebutaan yang lebih berbahaya adalah ketika mata kita terbuka, tetapi hati kita tertutup terhadap kehadiran Tuhan.

Advertisement

Dalam Yohanes 9, kita bertemu dengan seorang yang sejak lahir mengalami kebutaan. Yesus menyembuhkannya. Tetapi setelah mengalami kesembuhan, orang itu justru menghadapi persoalan baru. Ia ditolak oleh orang-orang Farisi karena kesaksiannya tentang Yesus.

Ia telah mendapatkan penglihatan secara fisik, tetapi harus kehilangan penerimaan sosial. Ia mengalami penolakan karena berani mengatakan apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Namun, Yesus tidak meninggalkannya.

Dalam ayat 35 dikatakan bahwa ketika Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir ke luar, Ia mencarinya. Ini adalah bagian yang sangat indah dari kisah ini. Ketika manusia meninggalkan dia, Yesus justru mencarinya.

Saudara-saudari, Mungkin ada di antara kita yang pernah mengalami keadaan seperti orang tersebut. Kita pernah merasa ditolak, disalahpahami, dikucilkan, atau tidak dianggap. Ada yang merasa gagal dalam pekerjaan. Ada yang mengalami kegagalan dalam usaha.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer