Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 22 Agustus 2026, Yohanes 16:4b-11  Menginsafkan Dunia Akan Dosa Kebenaran Dan Penghakiman

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 16:4b-11
Tema: Menginsafkan Dunia Akan Dosa, Kebenaran dan Penghakiman


Ayat kunci: “Ketika Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” Yohanes 16:8

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Sering kali kita mengukur dosa berdasarkan besar atau kecilnya pelanggaran. Kita merasa aman karena tidak pernah melakukan korupsi besar, tidak pernah membunuh, tidak pernah melakukan kejahatan yang menjadi berita. Lalu kita berkata dalam hati, “Saya bukan orang berdosa seperti mereka.”

Advertisement

Tetapi firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat dosa dengan ukuran yang lebih dalam. Dosa bukan hanya tentang melakukan kejahatan besar. Pada dasarnya, dosa adalah ketika manusia hidup terpisah dari Allah, menolak kehendak-Nya, dan merasa bahwa dirinya dapat menentukan sendiri apa yang benar dan salah.

Karena itu, Yesus berkata bahwa ketika Roh Kudus datang, Ia akan “menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.”

Saudara-saudari, Kata “menginsafkan” berarti membuka mata seseorang terhadap kenyataan yang sebelumnya tidak mau atau tidak mampu dilihatnya. Roh Kudus bekerja seperti seorang pembela yang menyatakan kebenaran, tetapi sekaligus seperti seorang jaksa yang membongkar kesalahan manusia.

Advertisement

Ia membawa manusia berhadapan dengan kenyataan tentang siapa dirinya, siapa Kristus, dan bagaimana ia berdiri di hadapan Allah.

Pertama, Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa.

Yesus menjelaskan dalam ayat 9 bahwa dosa berkaitan dengan ketidakpercayaan kepada-Nya. Ini sangat penting. Dosa yang paling mendasar bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi penolakan terhadap Kristus.

Seseorang dapat terlihat baik secara moral, tetapi apabila ia menolak Allah dan merasa tidak membutuhkan-Nya, ia tetap berada dalam masalah dosa. Sebaliknya, ketika Roh Kudus membuka hati kita, kita menyadari bahwa hidup ini bukan milik kita sendiri. Kita diciptakan untuk mengenal, mengasihi, dan hidup dalam kehendak Allah.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer