Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 23 Agustus 2026, Amsal 6:1-3 Mengelola Berkat Agar Tidak Merugikan Sesama

Pembacaan Alkitab: Amsal 6:1-3
Tema: “Mengelola Berkat Agar Tidak Merugikan Sesama”
“Buatlah begini, hai anakku, dan lepaskanlah dirimu, karena engkau telah jatuh dalam genggaman sesamamu: pergilah, berlututlah, dan desaklah sesamamu itu.” (Amsal 6:3)
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Kita hidup dalam zaman ketika berbagai kebutuhan dapat dipenuhi dengan cepat. Teknologi memberikan banyak kemudahan. Dengan telepon genggam, kita dapat membeli barang, memesan makanan, membayar tagihan, bahkan mengajukan pinjaman. Salah satu fenomena yang semakin dikenal adalah pinjaman online atau pinjol.
Pada dasarnya, meminjam uang bukanlah sesuatu yang selalu salah. Dalam situasi tertentu, seseorang memang membutuhkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Yang menjadi persoalan adalah ketika pinjaman digunakan tanpa pertimbangan yang matang, terutama untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.
Keinginan untuk memiliki sesuatu dengan segera membuat seseorang mengambil keputusan keuangan tanpa memikirkan kemampuan untuk mengembalikannya.
Akibatnya, bukan hanya si peminjam yang mengalami masalah. Ketika pembayaran terbengkalai, orang-orang yang ada dalam daftar kontak telepon dapat ikut dihubungi.
Keluarga, teman, rekan kerja, bahkan orang yang mungkin tidak mengetahui persoalan tersebut dapat merasakan ketidaknyamanan. Masalah pribadi akhirnya menjadi masalah yang berdampak kepada orang lain.
Saudara-saudara, Hal seperti ini sebenarnya bukan persoalan yang baru. Ribuan tahun yang lalu, penulis Amsal sudah memberikan peringatan tentang bahaya menjadi penjamin utang orang lain tanpa pertimbangan yang matang.
Amsal 6:1-3 menggambarkan seseorang yang telah menjadi penjamin bagi sesamanya. Ia membuat suatu kesepakatan dan akhirnya berada dalam “genggaman” orang lain. Karena itu, penulis Amsal memberikan nasihat yang sangat tegas: “lepaskanlah dirimu.”
Mengapa nasihatnya begitu keras? Karena menjadi penjamin utang berarti seseorang mengambil risiko bahwa ketika pihak yang berutang tidak mampu memenuhi kewajibannya, dirinya dapat ikut menanggung akibatnya. Tekanan itu bukan hanya menyangkut uang. Ada rasa takut, malu, hubungan yang rusak, bahkan konflik dengan keluarga dan sahabat.
