Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 27 Agustus 2026, Amsal 17:14-15 Pembawa Damai Bukan Sumber Perselisihan

Pembacaan Alkitab: Amsal 17:14-15
Tema: Pembawa Damai Bukan Sumber Perselisihan
Selamat pagi, sahabat pembaca Sabda GPIB yang dikasihi Tuhan. Pernahkah kita melihat air yang tumpah? Pada awalnya mungkin hanya sedikit, tetapi ketika air sudah mengalir, ia akan mencari jalannya sendiri.
Air yang dilepaskan sulit untuk dikumpulkan kembali. Gambaran sederhana ini dipakai untuk menolong kita memahami sesuatu yang juga sering terjadi dalam kehidupan, yaitu perselisihan.
Amsal 17:14 berkata, “Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.” Nasihat ini sederhana, tetapi sangat dalam. Perselisihan sering kali dimulai dari sesuatu yang kecil: sebuah perkataan, salah paham, perbedaan pendapat, nada bicara yang dianggap kasar, atau sikap yang membuat orang lain tersinggung.
Namun, ketika kita membiarkan emosi mengambil alih, persoalan kecil itu dapat berkembang menjadi pertengkaran yang besar.
Kata-kata yang sudah terucapkan tidak dapat ditarik kembali. Emosi yang sudah meledak dapat meninggalkan luka. Hubungan yang sudah rusak membutuhkan waktu untuk dipulihkan. Karena itu, Amsal mengingatkan kita untuk mengundurkan diri sebelum perbantahan dimulai.
Mengundurkan diri bukan berarti kita pengecut atau kalah. Mengundurkan diri dari pertengkaran justru dapat menjadi tanda bahwa kita memiliki pengendalian diri. Ada saatnya kita perlu berhenti berbicara, mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan berdoa sebelum memberikan respons.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Kita semua tentu pernah berada dalam situasi yang memancing emosi. Di dalam keluarga, mungkin ada perbedaan pendapat antara suami dan istri, antara orang tua dan anak, atau antara saudara.
Di tempat kerja, mungkin ada rekan yang tidak memahami kita. Dalam pelayanan, kita juga dapat mengalami perbedaan cara berpikir, kepentingan, atau keputusan.
Dalam situasi seperti itu, kita memiliki pilihan. Kita dapat mengikuti emosi dan memperbesar persoalan, atau kita dapat memilih jalan damai.
