Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 28 Agustus 2026, Amsal 17:18-19  Menghidupi Anugerah Tuhan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Amsal 17:18-19
Tema: Menghidupi Anugerah Tuhan

Selamat pagi, sahabat pembaca Sabda GPIB yang dikasihi Tuhan. Setiap hari adalah anugerah Tuhan. Kita dapat bangun pada pagi hari, menghirup udara, bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi, bekerja, melayani, dan menjalani berbagai aktivitas karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita.

Karena itu, anugerah Tuhan bukan hanya sesuatu yang kita terima untuk disyukuri, tetapi juga sesuatu yang harus kita hidupi melalui sikap dan tindakan kita setiap hari.

Advertisement

Amsal 17:18-19 memberikan beberapa nasihat yang penting mengenai tanggung jawab, konflik, dan kerendahan hati. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup yang bijaksana tidak ditentukan hanya oleh apa yang kita miliki, tetapi oleh bagaimana kita menggunakan kesempatan dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita.

Pertama, belajarlah bijaksana dalam membuat komitmen.

Amsal 17:18 menggambarkan seseorang yang kurang bijaksana karena memberikan tangannya sebagai jaminan bagi sesamanya. Gambaran “berjabat tangan” pada masa itu dapat menunjukkan kesediaan untuk memberikan jaminan atau mengambil tanggung jawab atas sesuatu.

Advertisement

Pesannya jelas: jangan mudah membuat janji atau mengambil tanggung jawab tanpa mempertimbangkan kemampuan dan konsekuensinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering membuat berbagai komitmen. Kita berjanji kepada pasangan, anak, orang tua, teman, rekan kerja, bahkan dalam pelayanan. Kadang-kadang kita begitu mudah mengatakan, “Ya, saya sanggup,” atau “Saya akan melakukannya,” hanya karena tidak enak menolak.

Padahal, setiap “ya” membawa tanggung jawab. Karena itu, hikmat mengajar kita untuk tidak gegabah. Sebelum berjanji, pikirkan baik-baik. Sebelum mengambil tanggung jawab, pertimbangkan kemampuan kita. Jangan sampai karena ingin terlihat baik di hadapan orang lain, kita justru memberikan janji yang tidak mampu kita tepati.

Menghidupi anugerah Tuhan berarti menyadari bahwa waktu, tenaga, kemampuan, dan sumber daya yang kita miliki semuanya adalah pemberian Tuhan. Karena itu, gunakanlah semuanya dengan bertanggung jawab.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer