Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 31 Agustus 2026, 1 Korintus 11:27-30  Menguji Diri Dengan Jujur

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 11:27-30
Tema: “Menguji Diri Dengan Jujur”

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Setiap pagi ketika kita bangun, biasanya ada banyak hal yang langsung memenuhi pikiran. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, pesan yang perlu dibalas, tanggung jawab keluarga yang menanti, dan berbagai rencana yang ingin kita lakukan.

Kita terbiasa memeriksa jadwal, menyusun kegiatan, menghitung kebutuhan, bahkan mengevaluasi pekerjaan. Tetapi ada satu hal yang sering kita lupa periksa: hati kita sendiri.

Advertisement

Kita dapat mengetahui keadaan orang lain, tetapi belum tentu mengetahui keadaan hati kita. Kita dapat melihat kesalahan orang lain dengan jelas, tetapi kadang sulit melihat kelemahan diri sendiri. Kita dapat menilai apakah pekerjaan kita berhasil, tetapi tidak selalu bertanya apakah hidup kita sudah berkenan kepada Tuhan.

Karena itu, firman Tuhan pada hari ini mengajak kita berhenti sejenak dan melakukan sesuatu yang sangat penting, yaitu menguji diri dengan jujur di hadapan Tuhan.

Paulus berkata dalam ayat 28: “Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri.”

Advertisement

Saudara-saudari, Nasihat ini diberikan Paulus kepada jemaat di Korintus yang sedang mengalami masalah dalam kehidupan persekutuan dan Perjamuan Kudus. Mereka datang ke meja Tuhan, tetapi sikap mereka tidak menunjukkan penghormatan terhadap kekudusan perjamuan tersebut.

Mereka berkumpul, tetapi ada yang bersikap egois. Ada yang makan berlebihan, sementara yang lain kekurangan. Mereka berada dalam satu persekutuan, tetapi tidak menunjukkan kasih sebagai satu tubuh Kristus.

Karena itu Paulus tidak hanya menyalahkan mereka. Ia mengajak setiap orang untuk memeriksa dirinya sendiri. Ini penting. Ketika terjadi masalah dalam kehidupan bersama, kita sering lebih mudah bertanya, “Siapa yang salah?” daripada bertanya, “Apa yang salah dalam diri saya?”

Kita mudah menunjuk orang lain, tetapi sulit bercermin. Firman Tuhan justru mengajak kita untuk mulai dari diri sendiri. Menguji diri bukan berarti terus-menerus menyalahkan diri atau hidup dalam ketakutan. Menguji diri berarti berani datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka dan berkata, “Tuhan, tunjukkan kepadaku siapa diriku yang sebenarnya.”

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer