Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis,  22 Oktober 2026,  Nahum 2:9-10 Waktu Tuhan Beritindak

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab : Nahum 2:9-10

TEMA : WAKTU TUHAN BERTINDAK

"Tandus, ketandusan dan pemusnahan! Hati menjadi kecut dan lutut goyah! Seluruh pinggang kejang-kejang, dan muka sekalian orang pucat pasi" (ay. 10)

Advertisement

Tamat sudah! Niniwe berakhir! Tidak ada lagi kejayaan, kemakmuran, dan kesombongan.

Waktunya Allah bertindak! Kejahatan Niniwe sudah tidak bisa didiamkan lagi.

Kota yang megah dan hebat itu, yang sudah membuat banyak bangsa sangat menderita, termasuk Yehuda, kini menuju akhir yang mengenaskan.

Advertisement

Peringatan yang Tuhan sampaikan melalui Nabi Nahum bukan lagi untuk membuat Niniwe bertobat dan melakukan kebaikan, seperti yang disampaikan oleh Nabi Yunus sebelumnya.

Kini tidak ada lagi kesempatan itu. Kekejaman dan kesombongannya kini akan meruntuhkan dirinya sendiri.

Kalau dulu melalui Nabi Yunus, setelah diperingatkan Tuhan, mereka mau bertobat sehingga Tuhan membatalkan malapetaka yang menimpa mereka.

Kini kekejian mereka telah membuat murka Tuhan tidak tertahankan lagi.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer