Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 6 November 2026, Obaja 1:11-16 Evaluasi Diri Kasih Persauda

Pembacaan Alkitab : Obaja 1:11-16
TEMA : "EVALUASI DIRI: KASIH PERSAUDARAAN"
"Jangan memandang rendah saudaramu pada hari kemalangannya" (ay. 12a) "
Hidup dalam Tuhan sungguh manise, satu hati, satu rasa indahnya. Susah dan senang tetap bersama e, itu Firman Tuhan, saudara. Reff: Dalam susah jangan lupa Firman Tuhan, sayang. Mari gandeng tangan manise. Jangan buang muka dari saudaramu, sayang. Ingat Firman Tuhan, saudara. Mari bangun kehidupan yang mesra, satu hati sungguh manise" (KK. 702).
Lagu "Hidup Dalam Tuhan Sungguh Manise" mengajak kita untuk merawat kasih persaudaraan. Ini nilai dasar hidup kekristenan.
Kasih persaudaraan juga menjadi pergumulan dalam Kitab Obaja Ayat 11-14 menggambarkan sikap bangsa Edom, keturunan Esau, yang membiarkan bangsa asing menyerang dan menjarah Yehuda, keturunan Yakub.
Bahkan, Edom ikut mengambil keuntungan dari penderitaan saudaranya. Karena itu, TUHAN menegur mereka: jangan memandang rendah saudaramu pada hari kesusahannya, jangan bersukacita atas penderitaannya, dan jangan mengambil keuntungan ketika ia jatuh dan terpuruk.
Sebaliknya, umat Allah dipanggil untuk menjaga martabat, menolong, dan berdiri bersama saudara yang sedang mengalami kesesakan.
Dalam ayat 15-16, TUHAN menegaskan bahwa hari TUHAN akan tiba. Setiap perbuatan akan kembali kepada pelakunya.
Kejahatan, ketidakadilan, dan pengkhianatan yang dilakukan Edom akan berbalik menimpa mereka.
