Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 7 November 2026, Wahyu 2:1-7  Meretorasi Bukan Menjustifikasi

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab : Wahyu 2:1-7

TEMA : MERESTORASI BUKAN MENJUSTIFIKASI

"...karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (ay. 4)

Advertisement

Jemaat di Efesus dipuji karena pekerjaan, jerih payah, dan ketekunan mereka.

Mereka mampu menguji serta mengenali para rasul palsu. Secara doktrinal, jemaat ini kuat sehingga tidak mudah disesatkan oleh mereka yang mengaku sebagai rasul.

Mereka mampu membedakan ajaran yang menyimpang dan menolak mereka yang menyesatkan.

Advertisement

Selain itu, mereka tetap sabar dan tabah dalam penderitaan, tanpa mengenal lelah, demi nama Kristus.

Kata "bertekun" di sini berasal dari istilah Yunani 'hupomone', yang berarti bertahan dalam kesukaran dengan tetap setia sampai akhir.

Ini menggambarkan sikap berani yang menerima penderitaan dengan keteguhan hati.

Namun, di balik keteguhan itu, jemaat Efesus menerima teguran karena telah meninggalkan kasih yang semula, yaitu kasih kepada Kristus dan sesama.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 9 November 2026, Amsal 1:1-7  Yang Bermoral Yang Bertanggung

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 9 November 2026, Amsal 1:1-7  Yang Bermoral Yang Bertanggung

"Untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 8 November 2026, Wahyu 2:12-17  Komitmen Pengikut Kristus

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 8 November 2026, Wahyu 2:12-17  Komitmen Pengikut Kristus

"Sebab itu, bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 6 November 2026, Obaja 1:1-10  Evaluasi Diri Keangkuhan Memba

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 6 November 2026, Obaja 1:1-10  Evaluasi Diri Keangkuhan Memba

"Bangkitlah, mari kita maju memerangi Edom!"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer