Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 6 November 2026, Obaja 1:1-10 Evaluasi Diri Keangkuhan Memba

Pembacaan Alkitab : Obaja 1:1-10
TEMA : "EVALUASI DIRI: KEANGKUHAN MEMBAWA KEHANCURAN"
"Bangkitlah, mari kita maju memerangi Edom!" (ay. 1b)
"Hidop orang basudara, gandong e, jang satu marah par laeng. Inga apa Mama deng Papa bilang, jang lupa kumpul basudara. "Syair lagu Maluku ini mengingatkan pentingnya hidup dalam kasih persaudaraan, saling memedulikan, dan menjauhkan keangkuhan.
Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya, tetapi dipelihara melalui kesediaan membangun relasi yang penuh kasih.
Daud pun bersaksi, "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara sebab ke sanalah TUHAN diam bersama dengan rukun," memerintahkan berkat kehidupan (Mzm. 133).
Kisah Esau dan Yakub memperlihatkan bahwa kerukunan persaudaraan tidak selalu mudah diwujudkan.
Meskipun keduanya telah berdamai (Kej. 33), permusuhan terus berlanjut di antara keturunan mereka (Bil. 20:14-21; 1Sam. 14: 47; 2Sam. 8: 14; 1Raj. 11:14-22).
Bangsa Edom, keturunan Esau, menunjukkan keangkuhan terhadap Yehuda, keturunan Yakub.
Ketika Yehuda diserang bangsa asing, Edom tidak menolong, bahkan ikut menjarah dan mengambil keuntungan dari penderitaan saudaranya (Ob.1:1-10).
