Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

SABDA BINA TERUNA , HARIAN, 19 Mei 2024, Kisah Para Rasul 2:17-21 Melihat dan Merasakan Kasih Tuhan

Alfianne Lumantow • 2024-05-19 00:05:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Kisah Para Rasul 2:17-21

Melihat dan Merasakan Kasih Tuhan

Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit, dan tanda-tanda  ajaib di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. (TB 2 -Ayat 19)

Hari ini kita merayakan Pentakosta, peristiwa turunnya Roh Kudus yang  dijanjikan  Tuhan Yesus ketika la naik ke surga. Roh Kudus hadir untuk memimpin,  menyertai, dan menolong orang-orang  percaya  dalam   melakukan   panggilannya  sebagai   gereja yang  bersaksi. Nah,  ngomong-ngomong soal  bersaksi,  kita  tahu kalau seorang saksi adalah seseorang yang sudah melihat sebuah peristiwa  lalu menyampaikan apa yang dilihatnya itu kepada orang lain.  Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan dan merasakan cinta  Tuhan, secara khusus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih-Nya di dunia.

Ketika para murid berkumpul dengan orang banyak di Yerusalem untuk merayakan Pentakosta, Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus turun dan berkuasa atas mereka. Oleh kuasa-Nya, mereka mampu berkata-kata dalam berbagai bahasa daerah. Akan tetapi, melihat kuasa Roh Kudus yang hebat itu, ada orang-orang yang mengejek dan berkata "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis"  (ay. 13). Mendengar  hal itu, rasul Petrus menegaskan bahwa mereka tidak sedang mabuk, melainkan sedang dikuasai oleh Roh Kudus, yaitu Penolong yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus.  Nabi Yoel pun pernah menyampaikan  bahwa Tuhan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia,  karena itu kehadiran Tuhan akan terlihat melalui  mujizat  dan tanda yang ajaib.

Sobat Teruna,  mari kita lihat dan rasakan kasih Tuhan yang telah menolong kita sejauh ini. Pertolongan-Nya menjadi jaminan bagi kita untuk selalu berseru kepada-Nya dalam keadaan susah, sedih, galau,  atau kecewa, seperti yang Petrus katakan,  "Ketika kita mau berseru kepada-Nya,  kasih dan berkat-Nya  bisa kita rasakan"  (ay.  21 ).  Percayalah,   bahwa Tuhan dapat melakukan sesuatu yang melampaui kekuatan dan kehebatan manusia.

 

Doa: Tuhan, berikan aku kesempatan untuk melihat dan merasakan kasih-Mu, supaya aku menjadi tangguh dalam berbagi kasih kepada sesama. Amin

Editor : Alfianne Lumantow