3 Yohanes 1:15
"MENJADI SAHABAT YANG MENYAHABATI"
"Damai sejahtera menyertai engkau Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat satu per satu" (ay. 15)
Keberadaan gereja sering dikaitkan dan diidentifikasi sebagai ibu, dimana kahadiran gereja nyata mengasuh, membimbing, memelihara, melindungi dan memenuhi kebutuhan anggotanya. Gereja yang dimaksudkan di sini adalah kumpulan orang percaya; persekutun umat yang aktif melayani dalam kebersamaan. Maka di dalamnya terdapat komunitas para sahabat yang sedia menyahabati siapa saja. Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah kita memiliki kualitas pemahaman bergereja demikian sehingga nyata fungsi gereja sebagai ibu?
Pada bagian penutup suratnya, rasul Yohanes menyapa para jemaat dan pelayan dengan menyatakan mereka sebagai "sahabat-sahabat". Ungkapan ini secara nyata menggambarkan relasi yang begitu intim dan erat antara Rasul Yohanes dengan orang percaya; mereka bisa berbicara segala hal tanpa ada yang ditutup-tutupi; tidak peduli berapa banyaknya yang mau dikatakan. Dari nats alkitab ini kita dapat simpulkan, bahwa dengan memberi salam kepada sesama, kita bersama akan mendapatkan kedamaian dalam Kristus. Sikap yang benar saat kita memberi salam, pertama mengakui dan menghormati keberadaan sesama yang ada di sekitar kita; sekalipun orang asing namun kita memperlakukannya sebagai sahabat.
Di sinilah kita belajar menjadi gereja yang bersahabat. Dengan harapan, bahwa setiap orang ibaratnya memiliki mata iman yang 'juling', supaya mata yang satu terfokus pada Kristus, dan yang satu lagi terfokus pada dunia dengan segala yang ada di dalamnya sebagai sahabat Kristus. Kita belajar dari Kristus sebagai seorang gembala bagi umat-Nya, yang mengarahkan, melindungi dan mengurus setiap domba dengan cermat, dari keterasingan/ kesesatan. Dalam arti kita nyata menjadi sahabat dan menyahabati orang asing di luar gereja juga. Biarlah Persahabatan menjadi identitas kita selaku umat-Nya, sebab hal ini menentukan relasi kita dengan Allah.
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menghayati keberadaan kami untuk menjadi sahabat dan menyahabati sesama kami). Amin
Editor : Alfianne Lumantow