Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 28 Mei 2024, 3 Yohanes 1:15 MENJADI SAHABAT YANG MENYAHABATI

Alfianne Lumantow • 2024-05-28 16:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

3 Yohanes 1:15

 "MENJADI SAHABAT YANG MENYAHABATI"

 "Damai sejahtera  menyertai engkau Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah  salamku kepada sahabat-sahabat satu per satu" (ay. 15)

Keberadaan gereja sering dikaitkan dan diidentifikasi  sebagai ibu, dimana kahadiran gereja nyata mengasuh, membimbing, memelihara, melindungi dan memenuhi kebutuhan  anggotanya. Gereja yang dimaksudkan di sini adalah kumpulan  orang percaya;  persekutun  umat yang aktif melayani dalam kebersamaan.  Maka di dalamnya terdapat  komunitas  para sahabat yang sedia menyahabati siapa saja. Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah kita memiliki kualitas pemahaman  bergereja demikian sehingga nyata   fungsi gereja sebagai  ibu?

Pada bagian penutup suratnya, rasul Yohanes menyapa para jemaat  dan  pelayan  dengan menyatakan  mereka  sebagai "sahabat-sahabat".  Ungkapan ini secara nyata menggambarkan relasi yang begitu intim dan erat antara  Rasul Yohanes  dengan orang percaya; mereka bisa berbicara segala hal tanpa ada yang ditutup-tutupi; tidak peduli  berapa  banyaknya yang mau dikatakan. Dari nats alkitab  ini kita  dapat  simpulkan,   bahwa  dengan   memberi  salam kepada sesama, kita  bersama akan mendapatkan kedamaian dalam Kristus. Sikap yang benar saat kita  memberi salam,  pertama mengakui  dan  menghormati  keberadaan  sesama  yang ada di sekitar  kita; sekalipun orang asing namun kita memperlakukannya sebagai sahabat.

Di sinilah kita belajar menjadi gereja yang bersahabat. Dengan harapan, bahwa setiap orang ibaratnya  memiliki mata iman yang 'juling',  supaya  mata yang satu terfokus  pada Kristus, dan yang satu lagi terfokus pada dunia dengan segala yang ada di dalamnya sebagai              sahabat  Kristus. Kita belajar dari Kristus  sebagai  seorang gembala bagi umat-Nya, yang  mengarahkan, melindungi dan mengurus  setiap domba dengan cermat, dari keterasingan/ kesesatan. Dalam arti kita nyata menjadi sahabat dan menyahabati orang asing di  luar  gereja  juga.  Biarlah Persahabatan menjadi identitas  kita selaku umat-Nya,  sebab  hal ini menentukan  relasi kita dengan Allah.

Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menghayati keberadaan kami untuk menjadi sahabat dan menyahabati sesama kami). Amin 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT