1 Korintus 1:14-17
"MELAYANI DAN MEMIMPIN BERSAMA-SAMA"
"sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa kamu dibaptis dalam namaku."(ay.15)
Dalam kepeminmpinan yang bersifat kolektif kolegial secara umum dipahami bagaimana kebersamaan dalam memimpin, melayani dan membuat kebijakan demi kebaikan bersama. Namun dalam model kepemimpinan seperti ini ada juga kecenderungan untuk bekerja sendiri atau maupun óne man show'. Ada juga kecenderungan yang lain yaitu terpusat pada ketokohan tertentu, yang biasa disebut dengan 'pendeta sentris'. Dengan kecenderungan kepemimpinan yang one man show dan pendeta sentris ini dipastikan dapat menjadi persoalan dalam kebersamaan sebagai gereja yang adalah tubuh Kristus.
Inilah yang ditekankan Paulus di satu sisi Paulus senang karena dia tidak membaptis banyak dari mereka di jemaat Korintus, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk lebih menghormati Paulus atau mengidolakannya saja (ay.14) Sebab ada kecenderungan para pelayan yang pemimpin dan telah melakukan pembaptisan kemudian memiliki banyak pengikut yang mengidolakannya sehingga menimbulkan pengelompokan-pengelompokan dalam jemaat. Di sisi lain Paulus mengingatkan bahwa hambayang sejati bukanlah memimpin orang lain yang dibaptis, kepada diri mereka sendiri, tetapi memimpin orang kepda Tuhan (ay. 15). Kecenderungan pemimpin yang membawa orang dan memusatkan pelayanannya kepada diri mereka sendiri, sangat rentan terjadinya perselisihan, perpecahan, golongan-golongan, di dalam gereja.
Peringatan Paulus kepada jemaat Korintus ini, sesungguhnya juga disampaikan pada kita saat ini yang lekat dengan kecenderungan one man show dan pendeta sentris yang ditunjukkan dalam kehidupan jemaat, yang pada dasarnya sangat menekankan kebersamaan. Maka kita diajak untuk melihat pentingnya menjaga dan merawat kebersamaan dalam pelayanan. Sebab ada saja pelayan mengharapkan kehormatan dan pujian dari berbagai pelayanan serta seremonial. Ini contoh yang patut diteladani dari seorang pelayan sekaligus pemimpin yang sejati.
Doa : (Ya Tuhan pakailah kami sebagai pelayan-Mu yang bertanggung jawab melaksanakannya dalam kebersamaan untuk kemuliaan nama-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow