Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 10 Agustus 2024, Keluaran 16:28-31 Dengar Dan Ikuti Tuhan.

Alfianne Lumantow • 2024-08-06 10:22:56
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Keluaran 16:28-31

DENGAR DAN IKUTI TUHAN

"Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa:  "Berapa lama lagi kamu menolak untuk mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?" (ay.28).

Umat nampaknya  masih terbelenggu dengan mental budak yang dicipta orang Mesir, masih senang hidup tanpa berpikir untuk masa depannya sebagai bangsa merdeka dan mengikuti Tuhan yang memerdekakannya. Perintah dan hukum Tuhan yang baru diterima tidak diikuti;  salah satunya Hukum Sabat yang seharusnya diikuti dengan setia dan yakin membawanya hidup lebih baik.  Mereka sepatutnya mendengar dan melakukannya.

Mendengar adalah bagian pertama  dalam berkomunikasi, namun ada sebagian orang mulai berkomunikasi dari berbicara.  Dalam mendengar kehendak Tuhan, seluruh indera, termasuk hati dan kepekaan akan rencana Tuhan kita peroleh.  lni adalah kekuatan,  yang membuat orang tidak mudah dipengaruhi apa pun.

Melakukan adalah kewajiban umat yang dipilih dan diutus-Nya. Dengan melakukan, seorang percaya  dapat mengevaluasi  seberapa setia dirinya kepada Tuhan dan tahu pada titik   mana ia  lemah sehingga butuh penguatan.

Firman ini menuntun kita, yaitu hendaknya kita mengikuti kehendak Kristus yang memerdekakan.  Belenggu masa lalu harusnya ditinggalkan dan hidup baru dalam kehendak-Nya,  yang membebaskan.  Kita membuka  telinga kepada Tuhan, karena ada begitu banyak ajaran yang dapat mempengaruhi.

Sebagai anak bangsa, kita yang mewarisi mental budak karena perbudakan oleh penjajah baik Belanda maupun Jepang, kita bisa dengan mudah  mengabaikan Tuhan karena tidak kelihatan demikian pun kita  bisa  abai  akan firman-firman-Nya.  Kita memang menyatakan bahwa kemerdekaan  bangsa kita atas berkat Tuhan Yang Maha Esa, rakyatnya beribadah dengan khusyuk dan  hikmad, tetapi mental merdeka dan mengutamakan  hubungan  dengan Tuhan belum tentu terjadi. Dengan menyatakan  sebagai  negara beragama, maka agama menjadi moral bangsa yang memandu perjalanan  bersama bangsa ini. Marilah kita membangun dengan mengikuti kehendak  Tuhan, sehingga kesejahteraan dan keadilan dapat kita raih.

 

Doa :  (Tuhan, kami bergumul untuk membangun bangsa ini, namun ikatan masa lalu dengan keterbelakangannya  masih saja kami lakukan. Mohon berkat-Mu dalam kami hidup  dan bimbinglah agar kami mengikuti kehendak-Mu). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT