Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 13 September 2024, 1 Tesalonika 4:3-4 Anugerah Pengudusan.

Alfianne Lumantow • 2024-09-13 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

1 Tesalonika 4:3-4

ANUGERAH  PENGUDUSAN

 "Karena inilah kehendak Allah; pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan" (ay. 3 TB 2).

Berbicara  mengenai pengudusan, tidak bisa dilepaskan dari Allah yang adalah  kudus, yang menguduskan manusia. Terkait dengan hal itu, Adolphe Tanquerey, dalam bukunya The Spiritual  Life: A Treollsa on  AsceticaanMystical Theology (2015),  menuliskan,  "Karena Allah adalah kekudusan itu sendiri, kita tidak bisa  bersatu dengan-Nya kecuali hati kita  bersih -  suatu keadaan  yang  menyiratkan dua syarat: penebusan atas masa  lalu dan pelepasan dari dosa serta kemungkinan terjadinya  dosa  di masa depan."  Pengudusan kita terjadi melalul penebusan yang Allah anugerahkan,  dan bagaimana kita tetap memelihara dan menjaganya di masa kini dan  masa mendatang.

Rasul Paulus dalam bacaan pagi ini menggaris bawahi  tentang pengudusan jemaat  Tesalonika. Kata yang digunakan adalah "haglasmos"  yang di  dalamnya terkandung pengertian proses menjadikan kudus. Dengan menggunakan kata tersebut,  Paulus mengajak jemaat Tesalonika untuk sungguh-sungguh menghayati bahwa kekudusan mereka dialami bukan karena kehebatan dan kemampuan  mereka, melainkan karena semata-mata anugerah dan kasih Allah bagi mereka. ltu sebabnya Paulus mengajak mereka untuk menjaga kekudusan yang telah mereka terima dari Allah dengan cara menjauhkan  diri dari tindakan percabulan ("porneia"). lstilah  tersebut merujuk  pada imoralitas  seksual yang didasari pada hawa nafsu kedagingan yang tak terkendali. Percabulan,  juga merujuk pada penyembahan  berhala karena dalam ritual agama pagan,  di dalamnya terdapat aktivitas yang dipersembahkan  bagi ilah-ilah.

Pengudusan membawa kita pada kesadaran, bahwa Allah sangat mengasihi kita.  Hanya dengan pengudusan  maka kita  dapat menyatu dengan-Nya.  la tidak menghendaki  adanya keterpisahan  antara kita dengan Dia.   Kita diajak  untuk memusatkan hati dan pikiran   hanya kepada Dia, Sang Mahakasih,   agar kesetiaan  dan kekudusan  hidup itulah  yang kita  persembahkan  kepada-Nya.

 

 

Doa : (Ya Tuhan, ajarkan kami untuk senantiasa  mensyukuri  anugerah  pengudusan  dari-Mu sehingga  selalu menjaga kekudusan  hidup  kami bagi-Mu)

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT