1 Tesalonika 4:3-4
ANUGERAH PENGUDUSAN
"Karena inilah kehendak Allah; pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan" (ay. 3 TB 2).
Berbicara mengenai pengudusan, tidak bisa dilepaskan dari Allah yang adalah kudus, yang menguduskan manusia. Terkait dengan hal itu, Adolphe Tanquerey, dalam bukunya The Spiritual Life: A Treollsa on Ascetical and Mystical Theology (2015), menuliskan, "Karena Allah adalah kekudusan itu sendiri, kita tidak bisa bersatu dengan-Nya kecuali hati kita bersih - suatu keadaan yang menyiratkan dua syarat: penebusan atas masa lalu dan pelepasan dari dosa serta kemungkinan terjadinya dosa di masa depan." Pengudusan kita terjadi melalul penebusan yang Allah anugerahkan, dan bagaimana kita tetap memelihara dan menjaganya di masa kini dan masa mendatang.
Rasul Paulus dalam bacaan pagi ini menggaris bawahi tentang pengudusan jemaat Tesalonika. Kata yang digunakan adalah "haglasmos" yang di dalamnya terkandung pengertian proses menjadikan kudus. Dengan menggunakan kata tersebut, Paulus mengajak jemaat Tesalonika untuk sungguh-sungguh menghayati bahwa kekudusan mereka dialami bukan karena kehebatan dan kemampuan mereka, melainkan karena semata-mata anugerah dan kasih Allah bagi mereka. ltu sebabnya Paulus mengajak mereka untuk menjaga kekudusan yang telah mereka terima dari Allah dengan cara menjauhkan diri dari tindakan percabulan ("porneia"). lstilah tersebut merujuk pada imoralitas seksual yang didasari pada hawa nafsu kedagingan yang tak terkendali. Percabulan, juga merujuk pada penyembahan berhala karena dalam ritual agama pagan, di dalamnya terdapat aktivitas yang dipersembahkan bagi ilah-ilah.
Pengudusan membawa kita pada kesadaran, bahwa Allah sangat mengasihi kita. Hanya dengan pengudusan maka kita dapat menyatu dengan-Nya. la tidak menghendaki adanya keterpisahan antara kita dengan Dia. Kita diajak untuk memusatkan hati dan pikiran hanya kepada Dia, Sang Mahakasih, agar kesetiaan dan kekudusan hidup itulah yang kita persembahkan kepada-Nya.
Doa : (Ya Tuhan, ajarkan kami untuk senantiasa mensyukuri anugerah pengudusan dari-Mu sehingga selalu menjaga kekudusan hidup kami bagi-Mu)
Editor : Alfianne Lumantow