Yohanes 17:9-19
Kesatuan Di Dalam Doa
Pernah dengar mama atau papa berdoa menyebut nama kita? Bagaimana perasaan kita ketika di doakan? Tentu bahagia dan bersyukur karena nama kita diingat dan disebut dalam doa mereka.
Sobat teruna, pasal 17 Kitab Yohanes berbicara juga tentang doa. Doa yang dinaikkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum la ditangkap dan disalibkan. Ada 3 pokok doa, yaitu 1. Doa Yesus untuk diri-Nya sendiri (ayat 1-5); 2. Doa Yesus bagi murid-murid-Nya (ayat 6-19); 3. Doa Yesus bagi kesatuan orang percaya (ayat 20-26).
Dalam teks bacaan kita saat ini, Doa yang Yesus naikkan ditujukan kepada murid-murid-Nya. Yesus berdoa agar para murid senantiasa ada dalam pemeliharaan Allah dan menjadi satu, seperti kesatuan antara Dia dan Bapa (ayat 11 ). Dalam doa-Nya, Yesus berharap para murid mendapatkan kekuatan untuk melangkah dan dijauhkan dari segala yang jahat (ayat 15), sekalipun tidak bersama-sama-Nya lagi. Doa Yesus memampukan para murid untuk terus bersaksi, melanjutkan berita lnjil.
Sobat teruna, doa menjadi hal yang penting bagi kita untuk selalu terhubung kepada Bapa. Hubungan yang akrab dalam doa kepada Tuhan berdampak pada hidup yang saling memerhatikan sebagai tubuh Kristus, hidup yang kokoh teguh, hidup yang selalu saling menguatkan meski harus melewati beratnya kehidupan, hidup yang terus bersaksi dalam kata dan tindakan. Sebagaimana Tuhan Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya dan semua orang percaya, mari kita juga hidup dalam doa dengan memberi waktu untuk saling mendoakan baik kepada orangtua, saudara, teman bahkan musuh kita. Karena Doa Yesus mengingatkan kita bahwa kesatuan umat terdapat dalam kehidupan persekutuan yang selalu bersama berdoa.
Doa: "Tuhan Yesus, ajar aku berdoa bagi setiap orang yang percaya dan yang belum percaya" Amin
Editor : Alfianne Lumantow