Pembacaan Alkitab : Markus 9:9-10
TEMA : KEMULIAAN KRISTUS UNTUK ALAM YANG LEBIH BAIK
"Pada waktu turun dari gunung itu, Yesus memperingatkan mereka, supaya jangan menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati" (ay. 9)
Transfigurasi (perubahan rupa Yesus) adalah peristiwa iman yang besar. Di atas gunung, murid-murid melihat kemuliaan Kristus terpancar.
Wajah-Nya berubah. Pakaian-Nya berkilauan, dan suara Bapa bergema dari awan. Namun malam ini kita merenungkan bukan tentang peristiwa di puncak gunung itu, tetapi sesudah turunnya Yesus.
Yesus mengajak mereka kembali ke bawah. la melarang para murid menceritakan apa pun sampai kebangkitan-Nya.
Murid-murid kebingungan. Mereka belum mengerti makna kebangkitan, apalagi mengapa kemuliaan harus dirahasiakan.
Kita tahu kemuliaan Yesus tidak berakhir pada peristiwa di atas gunung itu. Yesus mengajak para murid untuk turun bersama-Nya, menuju salib, dan pada akhirnya, kepada kebangkitan.
Panggilan bagi para murid adalah membawa kemuliaan Kristus ke dunia nyata yang gelap dan terluka. Mereka diundang sebagai saksi kemuliaan- Nya yang turut mengubah dunia.
Begitu juga kita dipanggil menyaksikan kemuliaan Kristus yang tidak hanya hadir dalam mukjizat saja, tetapi juga dalam kasih yang melayani dan kehidupan yang memulihkan.
Salah satu bentuk nyatanya adalah sikap kita terhadap bumi ini. Ciptaan bukan sekadar latar belakang iman kita, melainkan bagian dari kemuliaan Kristus yang sudah dinyatakan di depan para murid.
Di saat kita menebang pohon sembarangan, membuang sampah ke sungai, atau menggunakan energi dengan boros, kita sedang merendahkan ciptaan yang diciptakan oleh Dia yang mulia itu.
Namun ketika kita hidup dengan bijak dan peduli, kita sedang membawa pancaran transfigurasi itu ke dalam keseharian kita.
Yesus mengajak kita turun dari gunung bukan untuk melupakan kemuliaan-Nya, tetapi untuk menyatakan kemuliaan itu dalam kerja layan kita.
Termasuk juga dengan cara kita melestarikan alam agar menjadi lebih baik. Amin.
Doa: Ya Allah, biarlah kemuliaan-Mu senantiasa hadir dalam seluruh hidup kami, ciptaan-Mu ini. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow