Pembacaan Alkitab : Mazmur 29: 5-6
TEMA : KEKUATAN ALLAH MENGGETARKAN MUSUH-MUSUHNYA
"Suara TUHAN mematahkan pohon aras,..." (ay 5a)
Pohon aras Lebanon (Cedrus Libani) terkenal sebagai salah satu pohon yang sangat kuat, kokoh dan awet dalam kurun waktu yang lama karena mampu bertahan dalam cuaca ekstrim musim dingin dan musim panas kering.
Kayu pohon aras sering digunakan untuk membangun rumah, kapal dan patung pada zaman kuno.
Alkitab menggambarkan pohon aras sebagai simbol kekuatan dari pohon yang besar dan kokoh.
Sekalipun kokoh dan kuat, tetapi kekuatannya tidak mampu menandingi atau mengatasi kekuatan TUHAN yang dilukiskan dalam keperkasaan guntur dan kilat yang menggelegar.
Hanya dengan suara-Nya saja, pohon itu patah dan tumbang. Pohon itu digoncangkan oleh kekuatan TUHAN sehingga patah dan tumbang.
Suara TUHAN yang menggelegar, menjadi peringatan bagi musuh yang melawan Israel.
Mereka perlu memahami bahwa berperang dengan Israel, akan berhadapan dengan kuasa TUHAN.
Dia yang akan mengalahkan mereka walaupun pertahanannya sekuat pohon aras Lebanon.
Allah memiliki kekuatan dahsyat yang mampu menggetarkan alam dan segenap isinya dengan kekuatan kuasa-Nya Gunung pun bisa dibuat-Nya melompat-lompat atau bergoyang seperti lompatan anak lembu dan anak banteng.
Kekuatan yang TUHAN tunjukkan, menjadi jaminan dan pemeliharaan atas kehidupan umat.
Kuasa yang Allah tunjukkan, bukanlah sebuah demonstrasi tanpa makna seperti manusia mereka-reka peristiwa alam.
Tindakan TUHAN yang konkrit, menjadi peringatan kepada umat-Nya untuk menaruh percaya secara sungguh pada kekuatan Allah.
Dia sanggup menghalau bahaya yang mengancam dari musuh yang kelihatan sangat kuat tetapi rapuh di hadapan kuasa Allah.
Mempercayakan hidup pada kuasa Tuhan, merupakan perjuangan melawan kuasa- kuasa jahat di mana Allah turut bekerja bersama kita.
Yakinlah pada pertolongan dan kuasa TUHAN atas hidup dan masa depan sebagai umat-Nya. Amin.
Doa: Kiranya tangan pertolongan Tuhan yang kuat, memampukan kami menjalani kehidupan dengan selalu berjuang dan hidup mengandalkan Engkau. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow