Pembacaan Alkitab : Markus 9: 14-15
TEMA : YESUS YANG MENCENGANGKAN
"Pada saat orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia." (ay.15)
Sebuah ilustrasi: bayangkan seorang anak kecil sedang menonton pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun.
Ketika pertunjukan selesai dan langit kembali gelap, matanya masih melihat sisa-sisa kilau cahaya meski sudah hilang. Ada kesan yang membekas di hatinya.
Begitulah peristiwa Yesus yang turun dari gunung setelah mengalami transfigurasi, yaitu perubahan wujud yang mulia dengan pakaian yang berubah secara ajaib. Orang banyak yang melihat-Nya menjadi tercengang.
Walaupun cahaya-Nya tidak lagi seperti di puncak gunung, aura kemuliaan dan otoritas-Nya masih tetap membekas dengan kuat.
Kata Yunani untuk tercengang (exethambethesan) menunjukkan reaksi kaget yang intens, mirip dengan rasa takjub ketika berjumpa dengan sesuatu yang ilahi.
Ketercengangan itu muncul karena orang mulai percaya ada kuasa besar dalam diri Yesus, sekaligus ada harapan akan hadimya sosok yang dinantikan oleh masyarakat yang saat itu tertindas oleh penguasa Roma.
Jika hari ini ada orang yang begitu hormat dan mengakui kuasa-Nya bekerja, itu adalah tanda bahwa Yesus hadir dengan cara-Nya yang melampaui pikiran manusia.
Sebagai pengikut Kristus, kita mengakui kemuliaan dan kuasa-Nya, yang bertindak sesuai dengan hikmat dan rencana Allah, tetapi kita juga menyaksikan adanya orang yang berkeras menolak-Nya.
Pengakuan kita terjadi karena Allah bekerja dengan Roh Kudus-Nya; la memampukan di dalam keterbatasan dan dari godaan untuk mengakui kuasa lain.
Sedangkan penolakan, secara umum terjadi karena keegoisan atau pengaruh individualisme yang menggejala di dunia ini.
Dari ketercengangan itu, kita belajar bahwa kehadiran Yesus bukan hanya tampak secara fisik, tetapi juga membawa dampak rohani yang menggetarkan hati.
Inilah perenungan Injil Markus tentang ketercengangan orang banyak itu, dan inilah juga yang kita imani. Amin.
Doa: Ya Tuhan, kuasa-Mu begitu besar sehingga dunia tercengang dan membesarkan-Mu. Tuntunlah agar karya kami hari ini membawa keagungan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow