Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 5 Maret 2026 Markus 12:1-5 Kacang Lupa Kulitnya

Alfianne Lumantow • 2026-03-04 08:58:34

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Markus 12:1-5 FEB

TEMA : "KACANG LUPA KULITNYA...?"

"Tahu diri, dan ingatlah Tuhan dalam susah-senang hidupmu.

Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka (Ay. 2)

 

Peribahasa kuno Indonesia berkata: "Bagai kacang lupakan kulit" Artinya, seorang memilih untuk melupakan atau mengabaikan kebaikan orang lain.

Singkatnya, lupa diri atau tidak tahu diri. Apakah kita pernah berada pada posisi itu, melupakan kebaikan-kebaikan orang lain yang diberikan pada kita?

Atau mengalami menjadi seseorang yang dilupakan meski sudah berbuat banyak kebaikan?

 

Ungkapan peribahasa ini sangat pas menggambarkan kisah Alkitab tentang seorang pemilik kebun anggur yang menitipkan kebunnya untuk diurus dan dikelola oleh para penggarap.

Pemilik kebun berharap besar bahwa penggarap-penggarap itu menghasilkan keuntungan-keuntungan dari kebun anggurnya.

Akan tetapi, para penggarap itu ternyata lupa bahwa mereka bukanlah pemilik dari kebun anggur itu.

Bagai kacang lupa akan kulitnya, para penggarap justru menangkap, memukul, mempermalukan, mengusir, bahkan membunuh hamba dari pemilik kebun anggur.

Sungguh penggarap yang tidak tahu diri. Penggarap tidak menanam, tidak berjerih lelah membangun lubang pemerasan anggur, dan menara jaga, tinggal menerima dan mengelola hasil dari kebun itu saja.

Akan tetapi mereka justru menjadi orang yang lupa diri pada pemilik kebun anggur.

 

Kisah ini mengajarkan kita bahwa sebagai orang muda, kita adalah penggarap-penggarap kebun anggur Yesus.

Tuhan telah mempercayakannya bagi kita melalui kehidupan kita, keluarga, pekerjaan, sekolah, pelayanan dan lainnya.

Apakah kita sudah mengembalikan hasil yang terbaik kepada Tuhan? Atau kita sama seperti penggarap-penggarap yang lupa diri terhadap tuannya.

Jika kita berhasil dalam banyak hal di hidup ini, jangan lupa diri pada Tuhan kita yang Sang Pemberi. Muliakanlah Dia dalam segala hal. Amin.

 

Doa : Ya Allah Sang Cinta, tolonglah aku untuk mengingat Tuhan dalam setiap hal. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian