Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Fenomena Wajah Kortisol: Bahaya Stres Kronis yang Menyebabkan Pembengkakan Pipi

A
Ilustrasi gejala pembengkakan ringan pada wajah wanita yang dipicu oleh melonjaknya produksi hormon stres secara berkepanjangan.
Ilustrasi gejala pembengkakan ringan pada wajah wanita yang dipicu oleh melonjaknya produksi hormon stres secara berkepanjangan.

Advertisement

JagoSatu.com - Fenomena wajah kortisol atau pembengkakan pada area wajah, khususnya pipi, kini semakin mendapat perhatian sebagai salah satu dampak nyata dari stres kronis yang tidak terkelola dengan baik.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh secara terus-menerus memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan dalam jangka waktu yang panjang. Padahal, kortisol merupakan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan penting dalam membantu tubuh merespons stres, ancaman, dan tekanan mental.

Namun, jika kadarnya terlalu tinggi secara berkepanjangan, kortisol justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah penumpukan lemak di area wajah, dagu, dan leher. Akibatnya, wajah tampak lebih bulat, bengkak, dan kemerahan, kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai moon face.

Advertisement

Selain perubahan bentuk wajah, penderita juga kerap mengalami masalah kulit seperti jerawat yang meradang dan sulit sembuh. Kondisi ini sering disertai dengan kenaikan berat badan yang tidak terkendali, terutama pada area perut dan dada.

Para ahli endokrinologi menyebut bahwa gaya hidup modern menjadi faktor utama pemicu kondisi ini. Tingginya tekanan pekerjaan, kurangnya waktu istirahat, serta minimnya relaksasi berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar kortisol.

Kualitas tidur yang buruk juga berperan penting. Kurang tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memicu produksi kortisol secara berlebihan. Selain itu, pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan olahan dan tinggi gula, turut memperparah kondisi dengan meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Advertisement

Faktor psikologis seperti kecemasan dan depresi yang tidak ditangani juga dapat memperpanjang siklus produksi hormon stres ini.

Karena itu, para ahli menekankan pentingnya manajemen stres sebagai langkah pencegahan utama. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain meditasi, latihan pernapasan, serta olahraga ringan secara rutin.

Memperbaiki kualitas tidur dengan durasi 7–8 jam per malam juga menjadi langkah penting. Selain itu, pola makan seimbang yang kaya nutrisi, vitamin, antioksidan, serta konsumsi sayur dan buah segar sangat dianjurkan untuk membantu menstabilkan hormon dalam tubuh.

Jika pembengkakan wajah tidak kunjung membaik meskipun telah menerapkan gaya hidup sehat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/10/070000320/mengenal-wajah-kortisol-pipi-bengkak-karena-stres?source=widgetML&engine=C

Artikel Terkait

Stres Kronis Dikaitkan dengan Enam Penyebab Kematian Utama, Ini Cara Mengelolanya

Stres Kronis Dikaitkan dengan Enam Penyebab Kematian Utama, Ini Cara Mengelolanya

Stres kronis dikaitkan dengan enam penyebab kematian utama menurut kajian NCBI, mulai dari penyakit jantung hingga kanker. Simak cara mengelolanya.

Manfaat Curhat bagi Kesehatan Mental, Kenali Juga Bedanya dengan Trauma Dumping

Manfaat Curhat bagi Kesehatan Mental, Kenali Juga Bedanya dengan Trauma Dumping

Curhat terbukti membantu meredakan stres dan menjaga kesehatan mental. Kenali manfaatnya serta bedanya

Cara Melakukan Autism Test Mandiri di Rumah, Kenali Tanda Awal Autisme Sejak Dini

Cara Melakukan Autism Test Mandiri di Rumah, Kenali Tanda Awal Autisme Sejak Dini

Autism test mandiri dapat menjadi langkah awal mendeteksi tanda autisme pada anak. Simak cara skrining, tanda yang perlu diperhatikan, dan kapan harus berkonsultasi ke dokter.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer